Sanity in the Time of Covid-19

Niat untuk melanjutkan cerita-cerita trip itu gw urungkan dulu. Sebentar aja gw ingin menjabarkan apa yang saat ini gw rasakan di masa-masa sulit yang sebagian besar warga dunia alami. Gw yakin gw nggak sendirian yang merasakan ini. Ada rasa cemas dan takut yang berkecamuk di dalam pikiran, tapi ada harapan juga bahwa apa yang kita alami sekarang nantinya akan berakhir. Dengan catatan, masyarakat mengikuti anjuran/peraturan yang ada untuk (at least) melindungi serta menjaga diri sendiri, dan pemerintah transparan dengan apa yang seharusnya dilakukan untuk mengobati yang sudah terpapar dan juga mencari solusi terbaik agar virus ini nggak tersebar luas ke penjuru negeri. Bukan serta merta menyelamatkan bokong konglomerat dan pejabat yang seenaknya memanfaatkan fasilitas yang menurut gw nggak pantas aksesnya mereka dapatkan. Continue reading “Sanity in the Time of Covid-19”

Super Late Post: Transit in Bali

Sekitar 1,5 tahun yang lalu, gw trip bareng sama beberapa teman. Biarpun ceritanya udah lumayan basi ya, karena satu dan lain hal, gw baru bisa nulis lagi sekarang. And I’m excited for this mood, anyway 😀 Bermula dari BM-nya gw yang kepingin banget liburan seru, saking keseringan kerja (alias hampir nggak pernah cuti) sampe nggak tau rasanya liburan sebenar-benarnya liburan. Ngomonglah gw sama Matt, karena dia yang paling sering liburan (kadang merangkap dinas) dan gw pingin banget ikutan. Kasian yak, hahahahahaha 😆 Continue reading “Super Late Post: Transit in Bali”

A Not-So Annual Reflection Post

No matter how simple my new year’s resolutions are, they mostly were unfulfilled, especially this year. 2019 was not my best year, but I had my lessons. Biarpun tahun ini agak lebih banyak sedihnya daripada bahagianya, tetapi masih bersyukur karena sampai detik ini masih diberi kesempatan untuk hidup. Wew, I don’t know why I wrote that in the beginning, but it sumps up my 2019. 5 goals in 2019 written last year were unsuccessfully happened. I couldn’t even write 10 posts in year. Sedih dah 😆

  1. A pair of designer’s shoes. Unfulfilled. I decided to utilize what I’ve had— sedang belajar untuk hidup mindful. I’m getting there, btw.
  2. Punya dana darurat. I did start on very small amount, sampai saat ini belum sampai ke nominal yang ditargetkan, but I’m getting there. So, can I check it down? 😀
  3. Ngeblog minimal 20 posting dalam setahun. Yang ini sih lumayan bikin kesel sama diri sendiri. I do love writing, but this year my mouth was doing its job more than my hands. In other words, posting foto/bikin threads di Twitter atau berkomunikasi dengan makhluk sosial terasa lebih mudah daripada menulis rekam jejak hidup di rumah digitalku ini.
  4. Masak minimal 2x seminggu. I did it, but only last for 2 months (bikin sarapan-bekal makan siang-kadang kadang pake bekel makan malem biar nggak jajan) hahahaha, karena gw belum sanggup manage waktu buat bangun lebih pagi, masak, siap-siap mau kerja. Padahal cuma 2x seminggu ya, tapi buat gw effort-nya cukup besar alias susah bangun, dan kalo udah bangun ngapa-ngapain dulu sebentar trus tidur lagi, karena tidur adalah anugerah paling nikmat, teman! But I still nailed it, right?
  5. Baca 1 buku dalam 1 bulan (kalo bisa lebih maka lebih baik). Kayaknya yang ini cuma bertahan 3-4 bulanan. Dan buku-buku yang dibaca masih berkutat di novel, pengen banget baca buku-buku biografi sama riset-riset yang berfaedah gitu huhuhu.

Terinspirasi dari film Bucket List movie, mulai tahun 2020 ini gw nggak mau buat resolusi tahunan lagi. Goals harian akan disimpan di catatan kecil sebagai reminder. Goals yang besar dimasukan ke Bucket List. Setelah dipikir-pikir, banyak hal yang sebenarnya dalam hati pernah dicita-citakan sedari kecil, terwujudnya di waktu-waktu yang tak terduga.

It’s a new day to start, another chance to be better given. Masih banyak “PR” yang harus diselesaikan. So, let’s make the most of it, shall we?

HAPPY NEW YORK!

Tentang Jalan Kaki, Transportasi Umum dan Wisata Kuliner

Beberapa bulan ke belakang gw lagi agak gencar menggunakan transportasi umum. Seperti yang pernah gw utarakan di postingan ini, gw tuh udah lumayan jenuh dengan pergi-pergian naik kendaraan pribadi. Saking jenuhnya, gw bela-belain kemana-mana (literally) pakai angkutan umum. Dimulai dari berangkat-pulang kantor, sampai kalo mau keluar rumah pas weekend. God bless abang-abang ojek online dan juga temen/sodara yang udah mau nganter sampai ke stasiun/halte terdekat. Trus hubungannya apa sama jalan kaki? Continue reading “Tentang Jalan Kaki, Transportasi Umum dan Wisata Kuliner”

Bersantai di Pantai Day 4: City Tour & Going Home

Setelah gw pikir-pikir, cerita hari terakhir ini yang rada susah. Rada susah inget maksudnya, karena banyak interaksi sama tour guide local disana dan juga keterbatasan memori ini hahaha. Ya kalo sekira-kiranya apa yang gw tulis disini ada yg kurang tepat atau nggak tepat sama sekali, silakan Google hehehe.. Continue reading “Bersantai di Pantai Day 4: City Tour & Going Home”