Movie Review : Prince of Persia

I know this movie kinda old, but I’d like to refresh my memories šŸ˜€

Suatu Sabtu di bulan Juni (yang jujur aja gw lupa tanggal berapa), gw nonton Prince of Persia. Waktu itu berasa seabad gw nggak dateng ke bioskop hehehe. Sejak Mei akhir sampai dengan Sabtu di bulan Juni itu (dan sampai sekarang tentunya), kerjaan gw semakin membludak. Dan hiburan pun hanya tersedia di malam hari (itu pun terbatas). Eitsss, tapi bukan soal hectic-nya kerjaan yang mau gw bahas sekarang, tapi Prince of Persia : Sands of Time šŸ˜€

Ceritanya bersetting di dataran Persia yang eksotik (yaaah kira-kira begitulah penggambaran Persia dari kacamata gw). Dastan, diadopsi oleh Raja Sharaman, penguasa Persia saat itu. Dastan tumbuh di lingkungan kerajaan yang mewah dan berubah menjadi pangeran sekaligus prajurit yang tangguh. Ketika saudara tiri Dastan, Garsiv dan Tus merencanakan perang, mata-mata Persia mengabarkan bahwa kota suci Alamut menjadi pemasok senjata ke musuh kerajaan Persia. Alamut memiliki rahasia terpendam mengenai senjata yang disimpan di dalamnya, yang sangat dijaga ketat. Tus yang merupakan pewaris tahta kerajaan, menggunakan kekuasaannya untuk menyerang Alamut dan meminang Tamina, putri kerajaan Alamut. Alamut berhasil ditaklukkan, dan ketika pesta perayaan kemenangan berlangsung, Raja Sharaman mati karena sebab yang cukup misterius. Dastan kemudian menjadi tertuduh karena Dastan lah orang terakhir yang membawa bingkisan untuk Raja. Dastan kemudian kabur dengan putri Tamina dengan tujuan untuk membersihkan namanya. Setelah tahu kebenaran dari Tamina tentang senjata apa yang dimiliki oleh Alamut dan apa dampak yang dihasilkan apabila senjata itu jatuh ke tangan yang tidak diinginkan, Dastan akhirnya melakukan perjalanan untuk menghentikan rencana jahat seseorang yang ingin menguasai ‘Pasir Waktu’ sekaligus pembunuh Raja Sharaman.

Bagi yang pernah main game Prince of Persia, gw mau nanya dong. Emangnya nama Prince of Persia itu Dastan ya? Soalnya seinget gw bukan itu namanya. Agak-agaknya gw juga lupa gamenya itu kayak gimana dulu, yang jelas gw nggak pernah berhasil tamat main game ini šŸ˜›

So far sih filmnya bagus, tapi kok gw masih merasa ada yang kurang. Soalnya di tengah-tengah film gw sempat merasakan kebosanan. Dataran Persia yang digambarkan sudah cukup oke. Efek filmnya, lumayan bagus, apalagi pas adegan ‘Sands of Time’-nya dimana Dastan bisa kembali ke beberapa waktu yang lalu. Romansanya ada tapi nggak banyak. Komedinya ada, tapi masih kurang. Maaf ya banyak komentar, di antara beberapa kelebihan pasti ada kekurangan hehe. Oh iya satu lagi kekurangan Prince of Persia, yaitu berisik banget filmnya. Berisik dalam artian bunyi desing senjata yang digunakan itu lumayan mengganggu. Gw sempet liat tweet-nya Sherina tentang Prince of Persia. Dia nggak setuju Gemma Arterton jadi Tamina, dan juga Jake Gyllenhaal jadi Dastan-nya. Sebelumnya dia juga bilang kalo filmnya berisik karena bunyi desing senjata tadi –> kalo yang ini gw setuju banget šŸ˜€

Overall, filmnya cukup menghibur. Bagi yang suka sama eksotisnya dataran Arab/Persia dan sekitarnya, mungkin Prince of Persia bisa jadi salah satu pilihan tontonan yang tepat šŸ™‚

Leave a Comment

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s