Movie Review : Despicable Me

This is my favorite summer movie so far (sampai saat ini). Kenapa? LUCUUUUU BANGET! Meskipun ceritanya agak yaaa mustahil gitu. Tapi sampai dengan hari ini gw masih menyarankan kalian untuk nonton film ini. Pertama kali liat trailernya gw cuma mikir, “Kok gw nggak nangkep ceritanya yah? Ceritanya tentang apa sih?”. Dan gw juga ragu-ragu begitu Dimas ngajak nonton film ini. Tapi berhubung gw mencintai bioskop, jadi ajakan menonton pun gw iyakan 😀

Pilihan bioskop pun jatuh pada tempat favorit gw, fX. Kayaknya gw udah dipelet sama Platinum XXI fX, secara gw sering banget nonton di bioskop ini. Dan biarpun tiket nontonnya sudah lebih mahal dari yang biasa gw nonton, gw sampai saat ini masih jadi penonton setia dari Platinum XXI fX 😀

Kalo nggak nonton weekdays malam, pasti weekend sore. Gw sama temen-temen pilihnya weekdays malam. Yah resiko pulang kerja (agak) malam, ditambah waktu luang yang cukup terbatas, Jumat malam akhirnya dipilih sebagai waktu nonton yang tepat. Kalo nggak midnight, pasti jatohnya jamnya nanggung. Tapi seinget gw di Platinum fX sendiri kayaknya nggak ada midnight. Jadi setiap nonton malem di fX jatohnya jam 9-an malam 😀 

Di suatu daerah pinggiran kota yang cukup tentram, dikelilingi dengan suasana lingkungan yang nyaman, terselip satu rumah besar dan gelap (you can call it ‘suram’). Di dalamnya tinggal seorang pria bernama Gru beserta pasukan-pasukan minions-nya. Gru berencana untuk mencuri bulan. Untuk mencapai obsesinya itu, Gru membekali dengan senjata-senjata yang paling canggih. Untuk pembuatan perlengkapan senjata itu, Gru harus melakukan pinjaman dengan seorang penjahat (you can call it ‘mafia’ or so). Ternyata bukan hanya dirinya aja yang punya niat untuk mencuri bulan. There’s another one named Vector (yang ternyata anaknya si mafia itu). Suatu hari, 3 anak yatim piatu (Agnes, Margo, Edith) mendatangi rumah-rumah penduduk untuk meminta sumbangan (semacam itu lah pokoknya). Deep down inside their hearts, they really wanna have a family. Dan bertemulah mereka dengan Gru, yang semula menolak kehadiran mereka, dan kemudian menjadi ‘alat’ bagi Gru untuk mencapai ambisinya. 

Maaf yah kalo gw basi banget bahas-bahas film yang memang udah nggak keluar lagi di bioskop. Once again, I did this for the sake of my brain’s health 😀 Di tengah-tengah film gw sempet mewek, sedih banget sama Agnes Margo dan Edith yang ngarep banget pengen punya keluarga. Di sisi lain gw ketawa ngakak banget gara-gara film ini, LUCUUUUU BANGET! Recommended sekali buat kalian yang pengen ketawa terbahak-bahak, akan sangat terhibur dengan kehadiran minions-nya Gru yang lucu dan menggemaskan.

Leave a Comment

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s