Steak Galore at Holycow

Selesai nonton Les Mains en L’Air hari Minggu kemarin, gw langsung cabut pergi lagi. Gw dan temen-temen Kemanggisan emang udah lama banget ngerencanain untuk makan steak di Steak Hotel by Holycow. Sekalian aja, mari kita bandingkan steak Met Liefde dengan steak di Holycow. Hee, maafkan daku yah Bu, pagi sepeda siang ngebioskop sore early dinner, anakmu ini emang nggak ada capeknya 😛 

Berangkat dari Slipi jam 5an, temen-temen udah lengkap langsung cuss ke Holycow di Senopati (Jalan Bakti No. 15, Senopati, Jakarta Selatan). Tadinya mau ke Holycow yang di Radio Dalam, tapi berhubung (konon katanya) pada nggak mau pulang kemaleman karena besok ngantor, akhirnya pilih lokasi yang lebih deket dari rumah kita semua. Melihat check-in Foursquare Holycow, kayaknya lokasinya di sekitar Bumbu Desa/Blok S situ deh. Tapi gw + anak-anak sempet nyasar ke Prapanca, hampir ke daerah Kemang. Sambil sok-sokan buka GPS handphone, kita semua sampe di TKP tepat waktu Maghrib. Ternyata lokasinya nggak jauh dari Bakoel Koffie Senopati dan juga resto-resto Korea di Senopati. Begitu lewat daerah Senopati, kalo udah ngeliat pom bensin yang ada di tengah Senopati itu, langsung belok kiri ke arah perumahan. Plang Holycow sudah terpampang jelas. Alhamdu?! Lillaaaaah.. 

Antriannya panjang cyinn. Gw mesti WL dulu. Dan yang mau Maghrib dulu, alhamdulillah lokasi Holycow nggak jauh dari mesjid. Sambil nunggu antrian, kita ibadah dulu hehe. Selesai Maghrib, temen-temen gw sebagian udah duduk di dalem. Hmm, tempatnya lebih kecil dari warung steak kebanyakan. Rumah dua lantai disulap jadi rumah makan minimalis. Sebenernya ruang terbatas yang dimiliki Holycow ini bikin gw agak sedikit tidak nyaman. Tapi nggak papa juga sih, selama pengunjungnya suka dengan konsep minimalis ala rumah makan pinggir jalan. Dan inilah saatnya kita order makan malam. Horeee 😀

Beberapa pesan BerGyu (Burger Wagyu – Rp30k) dengan saus lada hitam, sisanya pesan Australian Sirloin (Rp45k) saus lada hitam dan gw sendiri pesen Wagyu Sirloin (Rp93k) dengan mushroom sauce signature-nya Holycow. Hmm, berhubung steak di Met Liefde kemarin gw pesen well done jadi dagingnya sedikit keras, kali ini gw coba dengan tingkat kematangan medium, yang pastinya lebih empuk dari well done 😀 Dan untuk minumnya, kita semua pesan Lemon/Green/Blackcurrant Tea (sekitar Rp11k) dan juga Ice Cappuchino. Akhirnya pesanan kami akhirnya dataaang..

Mari makan semuanyaaa.. 😀

Wagyu Sirloin punya gw empuk. Dagingnya udah enak, ditambah sausnya jadi makin enak. Tapi gw lebih suka saus lada hitamnya. Lebih pas dengan steak Holycow. Side dish kentang goreng dan buncisnya juga enak. Berhubung gw pesennya Sirloin, bagian lemak di daging lumayan banyak. Hampir mual karena lemak dan juga creamy mushroom sauce-nya yang memang sedikit asam. Mungkin gw lagi kurang menikmati daging malam itu, tapi so far masih enak.

Balik lagi nggak ya ke Holycow?! Pasti gw akan balik lagi kesana. Karena dari awal mata gw sudah tertuju sama Wagyu Rib Eye. And I just started to like steak ever since. Me like steak, and me want more steak!! 😀

Great food, great place, great price. All in one in Steak Hotel by Holycow 😀

Leave a Comment

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s