Random Pep Talk

Ah this is funny. Terkadang suka aneh sama diri sendiri yang males-malesan di siang hari, tapi menjelang malam badan ini greng luar biasa, bahkan sampai subuh. Sepertinya terjadi disfungsi badan dan otak. GRRR!! Peristiwa kayak begini bisa terjadi tiba-tiba, apalagi kalau gw lagi ada di fase jenuh tingkat tinggi. Yes, gw adalah orang yang cepat sekali bosan dengan rutinitas dan butuh banyak variasi kegiatan. Bingung harus seneng atau sedih, di satu sisi gw seneng bisa menyibukkan diri dengan kegiatan-kegiatan yang bermanfaat, tapi di sisi lain gw cukup sedih karena gw jadi orang yang kadar kebosanannya tinggi sekali ditambah waktu yang sempit. This is not good at all 😦 Beberapa minggu belakangan memang aura negatif lagi sering menghinggapi. Entah kenapa gw suka ngerasa suasana sekeliling lagi nggak kondusif. Apa iya gw lagi PMS? Hmm, weird. Tapi energi-energi negatif ini yang mesti gw buang jauh-jauh. Kalo boleh dipretelin satu-satu nih, banyak yang harus ditata. Kalimat generalnya sih, “membenahi hidup”, “mengumpulkan serpihan diri yang berantakan” *ungkapan yang cukup alay* *sorry yang ini kebangetan lebay*. 

Hmm.. Diagnosa dari orang-orang terdekat mengatakan kalo gw ini lagi stres. HAH?! STRES?! STRES APAAN?! *garuk-garuk pantat*. Memang sih, emosi gw lagi naik turun. Kadang tenang, kadang pengen nangis, kadang pengen ini, pengen itu. Satu hal yang paling gw nggak suka banget adalah ketika berada di satu kondisi dimana sekeliling gw lagi bahagia semua, tapi gw malah merasakan sebaliknya. Rasanya pedih gimanaaaaa gitu. Mata merah tapi airmata nggak keluar. Sungguh rasa yang sangat tidak enak. Sedih luar biasa 😦 Dan nggak cuma emosi, stres-nya gw ini berdampak pada selera makan. Kalo biasanya dalam sehari gw bisa makan nasi 3x, seminggu belakangan gw makan nasi sehari cuma sekali. Bahkan pernah gw nggak makan nasi hampir 3 hari. Alhamdulilah gw masih hidup sampe sekarang *lebay*. Kalo yang kayak begini berkelanjutan, badan gw bisa balik krempeng kayak jaman skripsi dulu. Mata gw kayak panda soalnya tidur pagi terus. Ditambah lagi gw merasakan penurunan kinerja di kantor dengan tanda-tanda telat dateng ke kantor, (hampir) nggak makan siang, sampai menggunakan jam makan siang untuk tidur (karena malemnya tidur pagi). TIDAAAKKKKK!! NGGAK MAU BEGINI YA TUHAAAN!! TOLOOOOONG!!

Seorang teman baik yang juga gw anggap sebagai abang mencoba menelaah dan memberikan solusi. Katanya gw nggak boleh berdiam diri, harus berkegiatan. Kalo ditelaah lebih dalam, memang banyak sih yang mau gw lakuin. Awalnya ya dari diri sendiri dulu. Mau ngapain aja, targetnya apa, tujuannya apa. Begitu gw udah khatam sama diri sendiri, baru deh gw kelola situasi yang ada di sekeliling. Butuh komitmen besar, mengingat gw sedang labil-labilnya. Kalo biasanya selama ini gw men-cap diri sebagai orang yang fleksibel, kali ini gw harus berekspresi. SNAP!! I’m gonna do something 😀 Tapi, ketika gw sedang berpikir keras langkah-langkah apa aja yang harus gw tempuh, gw tiba-tiba teringat sama gw beberapa tahun yang lalu. Gw yang nggak begitu mikirin situasi sekitar, gw yang fokus sama apa yang gw kerjain, dan gw yang dikelilingi orang-orang terdekat. Hidup rasanya enteng banget..

But people change, as they grow up. Semakin dewasa, masalah pun semakin besar. And I was so wrong to think I’m in a serious case. All I need to do now is making up my mind. It’s simple 🙂 Well, I have so much in mind to say, but too bad I gotta work this early morning. Wish me luck, people 🙂

Leave a Comment

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s