Monolog Coffee

Suatu hari, lagi galau-galaunya *abaikan*, gw memutuskan untuk keluar rumah. Tadinya sih mau males-malesan di rumah, tapi apa daya, beginilah nasib orang yang punya tahi lalat di betis *nggak tanggung-tanggung, ada banyak*. Hayo coba dicek en ricek yang suka jalan-jalan kayak gw, bisa jadi kalian juga punya tahi lalat di betis sama seperti gw hahaha 😆 *ketawa setan*. Gw lagi pengen Wi-Fi-an di Bakoel Koffie Cikini. Cuma butuh duduk, minum Banana/Avocado Frost + mamam Mac & Cheese, trus Wi-Fi. Gw pikir ulang sepertinya akan terasa membosankan. Akhirnya gw putuskan untuk ke tempat lain. Hmm.. Kemana yah enaknya? Mikir agak lama, baru inget pengen dateng ke Monolog Coffee di Plaza Senayan. Baru buka sekitar 2 bulanan yang lalu, dan sepertinya worth to try. So, berangkatlah gw ke Plaza Senayan.. Letaknya di Plaza Senayan CP 101 B Palm Gate Entrance, Jl. Asia Afrika No. 8, Jakarta Pusat. Gampangnya sih lewat parkiran mobil belakang aja, yang satu lantai sama Zara. Cafe-nya sendiri berhadapan sama Resto De Luca. 

Gw nggak tau mau order apa, yang pengen gw rasain cuma suasananya aja. Interiornya kayu ala ala Melbourne street style coffee shop. Berhubung lagi nggak mood makan dan minum yang endang bambang, I just ordered Ice Lychee Tea (Rp30k). Sisanya menyusul, kali-kali laper ntar-ntaran hehehe..

Sekilas, dalemnya Monolog Coffee mengingatkan gw dengan interior Mr. Curry di Grand Indonesia. I wonder, jangan-jangan Monolog Coffee masih satu grup dengan klan Ismaya. Tapi ternyata bukan.. Salah satu pemiliknya adalah finalis Indonesia Barista Competition. Nggak heran juga kenapa konsep cafe-nya ala ala Melbourne, karena sang empunya pernah tinggal disana. Read this blog for more info, Cikopi, or follow account Twitter @MonologCoffee 🙂 Teh leci-nya enyak. Seger dan nggak terlalu manis. Gw suka!! Dan melihat pengunjung sebelah enak ngobrol sambilan ngemil French Fries, gw jadi kepengen juga kan hehe. So, let’s order French Fries (Rp17k) plus Mixed Fresh Juice (Rp26k) *I’d like apple and orange* 😀

Segarnya.. Kebetulan tempat duduk gw cukup strategis. Kayak duduk menghadap jendela yang langsung ngeliat ke arah jalan. Jadi dari tempat duduk gw bisa melihat orang lalu lalang.. Lumayan deh bisa ngeliat Marcel Chandrawinata sama Samuel Zylgwin lewat di depan mata 😆 Hati senang, mata senang, perut kenyang, duit *sedikit* melayang. Will be back soon here to try their breakfast menu 🙂

2 Comments

  1. bad ambience.. food and coffee? nothing special 30 for simple tea overpay, and chocolate drink 38? the food are standrad too only thing bout this plc is the location while there is no other cafe or coffee shop around there

  2. Hello, thanks for dropping by 🙂
    Well, it all depends on our tastes. I like the place while the food and beverages are so so yet overrated on prices. I kinda disappointed at some of their waiters. But what the hell, for me it's still okay. There are always pros and cons 😉

Leave a Comment

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s