Mochilla (PERMANENTLY CLOSED) + Hair Treatment On Jumpy Friday

Alohaaaaa, sesuai dengan rencana, kemarin sepulang dari kantor langsung melipir ke Grand Indonesia, mau krimbat ala ala Sunsilk Hair Studio (SHS). Alhamdulillah kerjaan lagi nggak rewel, jam 4 sore langsung tenggo ke Grand Indonesia. Jalanan Jakarta kalo hari Jumat biasanya 2x lipat lebih hedon, makanya gw langsung tenggo. Udah kebaca banget ketemu macetnya di sekitaran Tanah Abang/Kebon Kacang (pas di belakang Grand Indonesia). Berhubung udah tekbal alias kebal sama macetnya ibukota, the show must go on, baby hehe. Sesampainya disana langsung melipir ke East Mall Lantai 2. Begitu sampe, awalnya gw dicuekin. Yah, apes amat gw bela-belain tenggo kok malah dicuekin. Begitu dilayanin, langsung ditawarin waiting list. Di menu salonnya sendiri ada cuci+blow (Rp40k – Rp70k), cuci+gunting (Rp80k – Rp100k), cuci+catok (Rp70k), cuci+hairstyling (Rp90k), cuci+creambath (Rp80k), make up stylist (Rp225k), sama make up by QQ Franky (Rp255k). Belum mau gunting rambut, nggak niat mau dengdong layaknya ke acara resmi, kalo keramas doang kayaknya ge bisa sendiri. Sesuai dengan rencana awal, cuci+creambath it is.. Errr, kira-kira gw harus nunggu sekitar 5-6 orang dalam kurun waktu kurang lebih 1 sampai 1,5 jam. Hmm, berhubung udah niat banget nih, jadi sayang aja kan kalo gw mesti balik pulang atau cuma keliling mol aja? Hehe. Sambilan nunggu, sambilan keliling mol, timingnya pas kan? 😀 

Begitu semua lantai sudah terjelajahi, akhirnya gw ngetem di Mochilla. Lamo nih awak ndak mamam esgrimnya. Dan setiap dateng ke Mochilla, gw selalu nyobain rasa yang berbeda. Favorit gw di Mochilla tetep Ala Port, dan kali ini gw mau coba Red Raspberry Chardonnay. Gw sering underestimate soal makanan yang belum pernah gw coba, termasuk buah-buahan. Tapi jangan pernah coba-coba kasih ‘Tiga Sekawan‘ yang paling gw benci *PETE-JENGKOL-DUREN* kalo nggak mau gw gampar bolak-balik. Feeling sih Mochilla yang Raspberry ini rasanya asem. Tapi ternyata tidak sodara-sodaraku sebangsa dan setanah air. Enyak!! Rasanya lebih plain dari Ala Port, nggak terlalu manis dan asem, and this one’s my favorite too. Uuuuu.. 😆

Selesai ngesgrim, langsung cabut keliling lagi. Masuk ke beberapa clothing line favorit dan cukup lama berdecak kagum. Warna-warna dan model baju musim panas yang cukup menggairahkan bikin gw semangat nunggu. Kayaknya udah 1,5 jam nih gw nunggu, saatnya balik lagi ke Sunsilk Hair Studio. Dan ternyata masih nunggu, sodara-sodara. Sebelum dicuci rambutnya, salah satu crew SHS berbaik hati mau memeriksa kulit kepala dan kondisi helai rambut gw. Ternyata selain punya kelemumur alias ketombean kronis, kulit kepala gw juga berminyak. Helai rambut gw pun tak seindah dulu. Emang bener deh kalo sampe harus perawatan rutin huhuhu. Dan akhirnya 15 menit kemudian gw baru dicuci rambutnya. Akhirnyaaa..

Hmm, entah gw yang ngerasa pelayanannya yang kurang *tidak seperti review-review di artikel kebanyakan* apa emang SDM-nya yang kurang? Memang sih lagi rame-ramenya, tapi SDM-nya belum tercover semua. Gw sih berusaha positive thinking aja. Kebetulan jam gw mulai treatmentnya itu pas sama jam istirahat crew-nya SHS. Yaaa gw maafkan lah. Cuci rambut sekitar 5 menitan, langsung diboyong ke zona salon, bertemu dengan ibu setengah baya yang berkesempatan merawat kepalaku ini hehe.

Kali ini gw nggak cemberut deh pas lagi proses pemijatan dan revitalisasi kulit kepala dan rambut. Mbaknya ramah, I love her hospitality. Rata-rata orang salon emang ramah sih, but she’s like a close neighbor to me. There was a funny moment when I wanted to ask more about her,

Gw: “Mbak kerja di salon mana?” 

Mbak SHS: “Hayooo tebak aku asli mana?”

Gw: “Hah?!” *nggak ngerti* 

Mbak SHS: “Aku asli Betawi..” 

Gw: *nahan ketawa* “Oh.. Sama doong..”

Hahaha mau ketawa tapi nggak enak. Maklumin aja ketika gw nanya itu hair dryernya lagi nyala. Yaaa wajar dong kalo bolot-bolot gitu hehehe *kayak sendirinya nggak bolot aja haha*. Anyway, nggak bermaksud untuk rasis nih, kebetulan karena satu daerah makanya kita berdua klop. I love your hospitality and services mbak :-* Selesai krimbat dan blow, gw langsung menuju kasir. It costed around Rp90k *mungkin karena rambut gw panjang luar biasa*. Begitu ciamik nih rambut, resepsionisnya bilang ada gratis photobooth di zona seberang salon. Melipirlah gw kesitu. Etapi kok nggak ada yang melayani? Rata-rata yang photobooth itu dateng rame-rame alias geng-gong. Gw sendirian dan pemalu *beda tipis sama malu-maluin*. Uhuhu maaf ya, gw melipir cabcuss..

Sudah ciamik rambutnya, kenyang keliling mol, then let’s go to Sarinah. My sister waited there to have a chitchat with me *padahal rumah sebelahan sama rumahnya*. I showed her my hair, and she said, “NICE!!” 😀 😀 😀

Maaf yah kalo nggak keliatan hasil blownya ihik ihik, as I said before gw pemalu luar biasa *somehow malu-maluin* 😀

Thank God, last Friday was a bliss 😀

Maafkeun dokumentasi SHS-nya cuma seiprit. I wasn’t in the mood of taking pictures around and all I wanted yesterday was a complete hair treatment. Sok atuh googling Sunsilk Hair Studio. I bet lots of people made reviews about this. Cek www.sunsilk.co.id untuk info lebih lanjut. Yang mau melipir ke SHS, buruan!! Tgl 31 Juli hari terakhir loh.. Gw berharap semoga event Sunsilk Hair Studio diadakan di tempat lain *atau lebih endes diperpanjang*, dan semoga kedepannya, pelayanannya lebih memuaskan 😀

Leave a Comment

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s