Aku dan Taman

Suatu hari gw dan Ririe merencanakan pergi makan malam. Not literally makan malam sih, berhubung waktu itu gw lagi puasa ya otomatis jadi buka puasa sekaligus makan malam. Pergilah kami berdua ke daerah Senopati. Berdua bukannya nggak mau ngajak temen yang lain, I tried to tapi yang lainnya lagi ada urusan ini itu dan nggak yakin bisa ikut apa nggak. Baiklah.. Makan malam pun selesai, kita berdua nggak punya tujuan lagi. Lah masa mandek di tempat itu aja sih? Cari cemilan asoy dulu deh, dan akhirnya mampir ke stand minuman bubble yang ada di deretan salon daerah Gunawarman. Trus mau kemana nih kita? Then I suggested us to go to park while munching our snacks. Yeah, gw cinta banget sama taman. Bukan karena memori di balik taman-taman itu, tapi karena emang suasananya pas buat bincang-bincang. Taman Menteng, Taman Kodok, Taman Lembang, Taman Suropati, Taman Ayodia, Taman Tomang, Taman Mini, sampe ke Taman Bunga Nusantara gw suka semua. Harusnya dari Senopati lebih deket ke Ayodia yang di Mahakam itu yah, tapi entah kenapa hati gw mengatakan ada sesuatu di Taman Menteng. Yuk cuss ke Taman Menteng.. 

Sesampainya di Taman Menteng, oi mak jang!! Rame bana!! Muda mudi lalu lalang bercumbu mesra, bocah-bocah lalu lalang berkejar-kejaran, dan mamang-mamang tukang kopi keliling lalu lalang dengan sepedanya. Insting gw kah yang bersalah memilih tempat? Nggak juga. Gw sama Ririe bukannya mau nganga barengan ngeliatin abege pacaran kok, kami cuma mau ngobrol. Itu saja. Akhirnya kami duduk di pinggir lapangan futsal, karena di rerumputan dan kursi-kursinya sudah terisi penuh oleh muda mudi jaman sekarang. Dan perbincangan kami pun dimulai.. 

Hidup kita berdua nih mau dibawa kemana yah? Goal kita apa sih? Kita ini udah sukses belum yah? Trus jalan menuju suksesnya bener nggak nih? Bla bla bla, bla bla bla..

Dan ternyata kegalauan gw dan Ririe sama. Obrolan kami berdua nggak jauh dari petikan kalimat di atas. Mondar-mandir-mondar-mandir sampe akhirnya kita introspeksi diri kita masing-masing. Kita mau kemana, goal kita apa, jalannya udah bener apa belom.. Dan kami pun sampai pada kesepakatan kami berdua harus move on as soon as possible. 

Tapi ini bukan isi utama dari postingan ini.. 

Taman-taman kota. Paling enak sih ngobrol di taman. Adem, tenang, dan murah. Cuma sayang yah fungsinya sekarang udah mulai ngawur. Nggak ngelarang muda mudi buat pacaran sih, cuma kan ada yah oknum-oknum yang memanfaatkan kesunyian taman untuk melakukan hal-hal yang diinginkan. Setuju? Sebagian taman juga dipake buat lahan mencari nafkah. Nggak ngelarang juga sih, tapi kalo lahan tamannya dipake buat jualan semua, gw sama penikmat taman yang lain duduknya dimana? *sewot*. Dan infrastrukturnya pun mulai terbengkalai. Contohnya aja Taman Menteng yang terakhir gw datengi. Tembok-temboknya mulai di-pilox nggak jelas. Mending kalo isinya grafitti, lah ini gambarnya gambar yang persis digambar temen-temen SMP pas masa akil balig *tau dong yah gambar Montitnas yang legendaris itu?*. Dan yang paling ngenes adalah kamar mandinya. God, I had to hold my breath like forever. Biasanya gw tahan-tahan aja sama bau-bau nggak sedap di kamar mandi umum, tapi yang ini nggak bisa ditolerir lagi. Entah apa fungsi uang seribu perak yang tiap orang keluarkan sekeluarnya dari kamar mandi tersebut. Memprihatinkan.. 

Gw sangat prihatin dengan keadaan taman yang seperti itu. Gw sebagai penikmat taman merasa tidak nyaman. Masa gw nyamannya pas duduk doang? Begitu mata jauh memandang, pemandangannya kurang enak diliat. Begitu mau ke belakang, oi mak jang!! Ada jamban, empang atau kali terdekat nggak? GRRR.. Adakah dinas pertamanan *ada nggak sih dinas ini?* yang membaca postingan ini? Mohon ketegasan peraturan dan kelayakan infrastrukturnya!!

Leave a Comment

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s