Chocolate Galore at Brussels Spring

Mungkin ini penyebab masuk jaing-nya gw beberapa hari ini. Eits, jangan salah sangka yah. It was my fault, been wandering around too much, lack or sleeps dan telatnya makan bikin gw majatot: masuk jaing total. But I still needed to do some important things these past few days. Untuk mengobati sedikit gejala masuk jaing ini, I tried to cure my disease with chocolate galore. Yes, chocolate galore for lonely Saturday night. EAAAAA.. 😆 Sekitar setaun yang lalu, waktu masih sering bolak balik Epicentrum Walk Kuningan, gw sering banget ngeliat outlet Brussels Spring. Sepertinya enak yah kalo diliat dari luar. Tapi berhubung nafsu makan gw setaun yang lalu nggak menggila seperti sekarang, akhirnya ku urungkan niat mampir ke Brussels. Nah kali ini nggak mau dilewatkan lagi deh, mumpung lagi mampir ke Epicentrum, sekalian mengistirahatkan kaki yang seharian belum menginjakkan rumah tersayang. Bersama dengan jeng Ririe, mari kita icip-icip cokelat ini.. Too bad beberapa menu yang awalnya gw dan Ririe pesan banyak yang out of stock. Jadinya kita cuma order Eclairs (Rp20k), Choco Baileys (Rp22,5k), Ice Tea Lychee (Rp18k), Brussels Hot Chocolate (Rp20k). Wah, nggak nyangka ternyata menunya serba Rp20k-an gini. Etapi ini baru dessertnya yah, belum coba pesan main course. Outlet-nya cuma dua di Indonesia, di Epicentrum Walk Jakarta, sama di Jalan Sumatera, Bandung. Hmm, kalo diliat dari menu sih, mirip-mirip Pancious *IMHO*. Kalo Pancious kan andalannya pancakes, sedangkan Brussels ini andalannya yah cokelat. Konon cokelatnya diimpor langsung dari Belgia. Berhubung belum ada rejeki buat ke Belgia, mending nyicipin cokelatnya dulu yah 😀 

Gw agak nyesel makan cokelat di saat badan sedang tidak fit seperti sekarang ini. Makan apapun rasanya terasa hambar. Rasanya kalo makan Silverqueen aja kalo lagi sehat, enaknya enak banget. Tapi menurut gw, Eclairs-nya lumayan enak. Nggak semanis Sumatran Eclairs-nya Starbucks. Dan ada krim putih di dalam Eclairs-nya, rasanya mirip kelapa tapi ada rasa rum-nya sedikit. Choco Baileys-nya pun lumayan. Sebenernya enak sih kalo gw nggak sakit, karena rasa paitnya Baileys jadi berasa banget. Paitnya Baileys ini berbaur sama manisnya lapisan softcake dibawah cairan Baileys-nya. Ice Tea Lychee-nya lumayan enak, Brussels Hot Chocolate-nya juga enak. Yah so far enak deh *kalo nggak sakit tentunya*. So far baca review dunia maya, Brussels’s best dessert goes to waffles. Berarti harus pesan waffle di kunjungan berikutnya. Yuk mari.. 😀

Leave a Comment

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s