Real or Unreal?

This post must have been buried deep down inside my thoughts. Atau mungkin gw sering mikir tentang hal ini, tapi selalu terjawab begitu saja, atau malah ngambang sengambang-ngambangnya. I’m talking about friendship. Mungkin ada yang mempertanyakan, kenapa di umur segini gw masih ‘mempertanyakan’ tentang hal ini. I just had an event yesterday that made me think a friendship shouldn’t be fragile. Mengapa begitu? Mari kita telaah.. 

Kemarin gw pergi dengan seorang teman dan seharusnya gw beli titipan dari orang rumah yang udah dipesen ke gw beberapa hari ini. Karena satu dan lain hal, gw nggak bisa beli titipan ini dan meminta tolong sama teman yang rencananya akan bertandang ke rumah. Tapi gw ngerasa nggak enak karena dia baru pulang outing dan abis dari mana-mana, kecapekan dan nggak enak juga gw minta tolongnya, takut ngerepotin *padahal dia adalah salah satu sahabat baik*. But another friend just shouted at me, “Masih nggak enakan aja, berapa taun sih lo temenan? Buat ngetes dia temen baik apa bukan ya salah satu caranya ya kayak gini!”. Dan setelah gw pikir-pikir sepertinya ada benernya juga.. Then I started to compare myself because of this event. And I realized I am nothing at all.. Wah, sedih juga deh gw baru sadar sekarang. I’ve passed a lot of moments yang bikin gw lumayan kehilangan banyak teman karena hal-hal yang sepele. Some healed but some don’t. But how come I could be this stupid.. 😦 

Dan seorang teman baru saja bercerita soal kehidupan pribadinya. Dia sempat bingung harus bilang ke teman lainnya atau tidak. Well, it’s her rights to tell, I won’t insist at all. Cuma ada sesuatu yang mengganjal sampe bikin dia kebawa mimpi. Gw sendiri pernah mengalami hal ini. Rasanya emang nggak enak banget, kayaknya memendam sesuatu tapi nggak tau harus bilang atau nggak. Dan salahnya gw adalah, I didn’t speak out loud at the right time, sehingga mengakibatkan rasa bersalah dan galau berkepanjangan yang berujung pada peristiwa yang tidak mengenakkan. But I told her to be calm, don’t have to worry that much. There will come a time when the story has to be revealed 🙂 Dan satu lagi, tiba-tiba gw nggak suka dengan peran teman yang seharusnya bring out the best in yourself tapi malah ngejatohin. Gw nggak nyindir siapa-siapa kok, tiba-tiba lagi random aja. Bukannya minta di-support sih, tapi IMHO good friends aren’t supposed to be like that. Dan gw pun mulai menyeleksi. Nggak bermaksud pilih-pilih temen loh, cuma kalo ada omongan yang nyinyir biasanya masuk kuping kiri keluar kuping kanan aja abis itu melipir. Jahat? Selfish? You judge. I just don’t like something bad standing on my way, and I absolutely have the rights to get rid of it 🙂 

Now what to write, what to write again? I think this is just enough 😀 Intinya adalah, a friendship shouldn’t be fragile. I have no more words to describe this kind of relationship, because you all have your own versions of it 🙂

Leave a Comment

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s