Sleeping Disorder

Berhubung nggak bisa tidur samsek, mari kita membuat prakarya. Prakarya ini bukan sembarang prakarya, coba saja Anda bayangkan, buat nulis aja mikirnya dari waktu solat Isya sampe masuk jam solat Tahajud sekarang. What a waste of time! Etapi kan gw bukan bengong sembarang bengong. I just re-arranged my closet. Baru ngeh kaos-kaos belel gw banyaknya bukan kepalang. Ini juga sebenernya belom kelar, masih ada satu box lagi yang isinya koleksi jeans dari jaman batu. Jual apa dipermak aja yah? 😐 Laporan pandangan mata gw saat ini, sedang duduk di ruang TV, Ibu dan Bapak lagi geletakan tidur di depan mata. Tak lupa diiringi dengan ‘paduan suara’ masing-masing pihak yah. I wish I could record it ngihihihi.. Dan acara TV malam ini pun tidak begitu bagus. Maklum sisa-sisa tayangan tengah malam. Kalo jaman gw masih teenager dulu *ceileee..* tayangan TV masih didominasi sama tayangan berbau vorno atau kekerasan macam Smackdown. Masih inget banget seberapa bengongnya gw menatap nanar ke layar kaca, berandai-andai banting-bantingan sama The Rock atau Stone Cold Steve Austin. Kids, please don’t try this at home yah ;). Etapi mendingan lah tayangan TV sekarang. Udah mulai dibanyakin lagi siaran berita dan olahraga. Berhubung gw jarang baca berita *paling banter cuma headline berita di Twitter*, tayangan malam hari ini cukup membantu.. 

Cuaca Jakarta malam ini, terutama di Kebon Jeruk, sangatlah sejuk. Meskipun dinginnya belum bisa disandingkan dengan kota kembang, yah kalo kalian celana pendek-an plus tanktop-an pasti kerasa adem banget deh. Apalagi belom lama hujan deras turun. Menurut perkiraan cuaca, katanya cuaca Jakarta bakalan konstan kayak gini sampai bulan Maret. Gw jadi inget jaman kuliah dulu, kalo nggak salah pas banget minggu-minggu ini lagi ujian akhir. Salah satu ujian terpaksa dibatalkan karena banjir di beberapa wilayah yang mengakibatkan mahasiswa-i tidak dapat menunjukkan batang hidungnya kecuali yang rumahnya deket *kayak gw alhamdulillah..* dan yang kebetulan ngekost. Semoga banjir besar-besaran itu tidak terjadi lagi yah. Dan semoga tragedi reklame roboh di ujung jalan rumah gw itu tidak terulang kembali. Amien.. 

Hari ini gw pergi sama Susan. Dari raut wajahnya, kayaknya lagi lelah banget. Entah emang capek atau emang lagi galau stadium akhir. Terlihat muram, lesu, dan nggak punya gairah sama sekali. Kurang lebih sekitar seminggu yang lalu gw ketemu, sekarang minta ketemuan lagi. Coba pujaan hati yah yang minta ketemuan lagi. EEEAAAAA 😆 *pujaan dari jaman Phitecantropus Erectus kalik*. Anyway, apa yang menjadi kekhawatiran Susan ini sebenernya sama dengan apa yang gw rasa. It’s like I was sitting right in front of a mirror. All I see was my reflection. But this time my conscious mind let me explained about how things would go or supposed to be. I tried to bring out the memories inside of this friend, and let her re-think again. What we’re supposed to be, and where this way we chose led us to.. And just like ‘Lemony Snicket, Horseradish: Bitter Truths You Can’t Avoid’ book says, 

“There are times to stay put, and what you want will come to you, and there are times to go out into the world and find such a thing for yourself.” 

Dan hujan yang tadinya berhenti sekarang berjatuhan kembali.. Dan mata ini enggan terpejam.. Oh well.. 

Leave a Comment

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s