Monday Biking, Ayodia & Wiwied

Senin kemarin pas tanggal merah libur Imlek, Susan ngajak sepedaan. Tapi doi belum berani sepedaan ke Sudirman/Thamrin berhubung rumahnya juga di Joglo. So, meeting point-nya di CNI belakang PX Pavilion Puri Indah, Jakarta Barat. Semula kita cuma berduaan aja, cuma pas banget Riska yang udah lama nggak olahraga mau ikutan. So, here we go.. *sambil berdoa semoga gw masih kuat setelah lama sepeda ini gw tinggalkan..*. Jemput Riska di 7-Eleven Kemanggisan, abis itu lanjut sepedaan lewat jalan tikus menuju Puri Indah. Gw sengaja ambil jalan tikus supaya aktivitas sepeda nggak terganggu dengan bunyi klakson dari kendaraan bermotor. Tapi untuk akses ke Puri Indah pun mau nggak mau harus lewat jalan raya. Yah baiklah, buat hidup sehat, apa sih yang nggak? Hihihi.. Begitu ketemu jembatan, untuk menghemat tenaga, kami menaiki jembatan tanpa menggenjot. Lumayan loh daripada gw kecapekan, soalnya dari kemarennya tidur nggak beres. Sudah sampai di CNI Puri Indah, langsung mencari penampakan Susan. Akhirnya, senang rasanya bisa olahraga lagi. Capeknya dapet, cuci matanya dapet. Selesai sarapan dan bincang-bincang seru, gw langsung pulang karena harus ada janji sama yang lain. 

It was too early for busy on Monday I thought. Tapi ya mau gimana lagi, biar urusannnya cepet kelar, harus diselesaikan secepatnya. So I met a person at 12 on Monday, I wanted to talk about something related to my financial. I had to take care of some things myself and this is one of my businesses. She gave me choices to make it easier, but I sticked to my opinion. And I was glad she helped me over. So, this person is a career woman. Jam terbang beliau di dunia kerja juga sudah lama sekali. But what amazed me is her spirit to stay focus on her career. Currently she’s been working for one big insurance company since 7 years ago. Dan pekerjaannya beliau juga nggak jauh-jauh dari sales pada awalnya. Dengan semangat gw bertanya, “Apa yang membuat Mbak semangat lagi untuk tetap fokus?”. Si Mbak menjawab, “Pas gw lagi capek, tiba-tiba muka ibu gw lewat di depan gw. Goal gw adalah gw harus bisa membahagiakan orangtua sebelum mereka diambil Tuhan. Dengan begitu gw langsung semangat lagi”. JEGERRR! Ah mbak, you really punched me in the face. But I’m so inspired with your spirit anyway.. 

Selesai menghadiri percakapan yang lumayan serius, gw langsung cabut pergi. Sebenernya nggak tau mau kemana. Cuma dari kemarin gw kepikiran taman. Iya gw pengen banget ke taman. Even cuma sekedar duduk, memperhatikan aktivitas pengunjung taman, maupun tanning *yakalik tanning di taman*. Akhirnya gw pergi ke Taman Ayodia di Blok M, one of my favorite spots in Jakarta. Terakhir gw ke Ayodia setaun yang lalu, waktu itu malem banget kalo nggak salah, jadi nggak kelihatan apa-apa. And here I am again, in the same place with different thoughts and feelings.. Gw ditemani Rio, udah lama emang kita nggak cekakakan. Mumpung doi masih menyandang status yang sama seperti gw, sebelum awal Februari nanti masuk kantor. I always have random conversations with him, and mostly we talk about art. Dan suasana di taman siang bolong itu bikin gw betah nggak mau pulang. Sekalian gw mau liat jalur sepeda yang baru diresmikan pertengahan tahun kemarin. Oh I wish there’s a proper park near my house selain taman Tomang. And I also demand a bike lane all around Jakarta *jangan di Blok M doang*. Itu pun di Blok M sudah mulai nggak layak karena dijadiin tempat mangkal angkot dkk. 

Baru sejam di Ayodia, gw udah disuruh balik. Kakak minta ditemenin berenang. Dengan terpaksa, gw sudahi perjalanan tawaf keliling taman Ayodia. Langsung cabut pulang berenang sama kakak. Sehat banget deh gw hari Senin kemarin. Dari sepedaan, jalan di Taman, malemnya berenang. Tiap hari begini kalo nggak keker banget ya percuma yah. Cuma gw bisa ngebayangin nanti pegelnya kayak gimana. Akhirnya sampai juga di Citos. Yes, Citos lagi, karena Kakak sudah nyaman di kolam renang Citos. Udara sore itu mendadak jadi dingin banget. Alhasil gw cuma renang sejam, ditambah masih pegel bawaan sepedaan pagi. 

Selepas renang, kirain langsung pulang. Tapi kakak dkk kelaparan luar biasa. Akhirnya mampir ke Wiwied di Fatmawati (deket lampu merah Fatmawati, di sebelah SG Travel). Wiwied.. Terdengar seperti nama mbak-mbak yang jualan nasi warteg yah. Gw sering banget liat mention artes di Twitter ngomongin Wiwied. Siapa pula ini mbak Wiwied? Apa Wiwied ini nama makanan? Ternyata Wiwied ini sejenis warung pinggir jalan yang menyajikan makanan seperti di Roti Bakar Edi. Tempatnya memang nggak seluas Edi, tapi ramenya nggak ketolongan. Beruntung ada Mr. Aziz yang mau berbagi tempat duduk untuk gw dan kakak dkk. Gw cuma pesen es teh manis dan mie rebus telor kornet. Begitu juga dengan yang lain. Rasa ya standar mie rebus aja. Gw rasa yang bikin orang-orang betah lama-lama di Wiwied adalah tempatnya. Atmosfirnya sama kayak di Edi. Daftar makanannya pun sama. Kalo stuck di sekitar Fatmawati, monggo melipir kesini.. 

Intisari dari perjalanan di Hari Imlek kemarin; capek, kenyang, and I felt so content. 

Thank you, people 🙂

Leave a Comment

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s