Convivium’s Red Velvet

Awalnya gw nggak mau ikut-ikutan heboh soal kue yang konon *jangan dibalik* katanya manisnya mblenek ini. Tapi suatu hari di kantor, ibu Presdir di kantor sedang berulangtahun dan membawa seloyang besar Red Velvet Cake ini. Dan sungguh gw tidak bohong, rasanya emang enak. Tapi katanya di toko-toko tertentu aja yang rasa red velvet cake-nya beneran enak. My very first try was this red velvet given in the office, ordered from Gelato Bar. Tapi temen-temen gw hebohnya sama red velvet yang ada di Convivium. Emang rasanya kayak apa sik? Daripada nanti gw ngiler nggak jelas, mending hajar aja sekalian waktu kemarenan jalan makan bagel 😀

Kalo lewat daerah Panglima Polim, gw sering ngeliat Convivium, tapi nggak tau tempat makan macam apa itu. Hmm, palingan sama aja kayak Birdcage *malah lebih mini*. Begitu masuk ke dalamnya, gw takjub dengan interior di dalamnya 😆

Ternyata tempatnya emang asoy buat kencan. EEEAAAAA.. Ini bukan kode minta diajak kencan disini loh pemirsa.. Well, langsung order red velvet-nya (Rp44k – termasuk pajak), dan ternyata harus WL. Padahal gw datang jam 12an siang, kirain langsung bayar bawa pulang. Ternyata pake WL dulu 😯

Tadinya mau sekalian order Rainbow dan Carrot Cake biar nggak bolak balik lagi, tapi masih begah bagel tadi pagi. Kalo boleh compare lagi nih, gw lebih suka red velvet-nya Gelato. Rasanya nggak begitu manis kayak Convivium. Sebenernya sih makanan manis kayak begini kurang cocok di lidah gw, tapi kayaknya oke juga buat mood booster kalo lagi rada asem atau nggak enak hati *apeu*.

Will visit again for lunch or din din later 😀

Leave a Comment

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s