Dunia Tak Selebar Daun Kelor

Mungkin itu sudah menjadi bagian dalam salah satu perjalanan hidup saya. Hmm.. If I have to mention apa aja di dalamnya, banyak banget. I repeat, BANYAK BANGET. I was amazed yet feeling weird at the same time. But one of my good friends said, “It’s creepy”, yeah that’s because we had different moments. And now I’m laughing my ass off because I just had that kind of moment again 😆

Was it destiny? Or maybe coincidence.. Hehe sotoy juga sih saya, tapi yah I think it’s more a combination of these two events. Hahaha beneran deh kalo diinget-inget lagi rasanya pengen ngakak guling-guling. Okay, saya bakalan cerita sedikit soal perjalanan hidup saya. Yang mau nyimak monggo silakan.. Yang baru baca kalimat pertama udah eneg, sok atuh di close window/tab-nya 😆

Pertama, dimana saja saya menuntut ilmu. SD-SMP-SMA bahkan sampai kuliah, nggak pernah jauh dari rumah *sejauh-jauhnya 1 km dari rumah*. 1 menit jalan dari rumah menuju SD. 10 menit jalan dari rumah menuju SMP dan SMA *maklum SMP-SMA nya sebelahan*. 15-30 menit naik bis/motor menuju tempat kuliah. Kalo dipikir-pikir, kasian juga kali yah saya-nya. Lingkungan sekolahnya kok nggak jauh dari rumah. Tapi apa lah arti jarak, yang penting jaringan komunikasinya dimana-mana 😆

Kedua, teman-teman akrab sepermainan. Dari temen SD-SMP-SMA sampai kuliah. For me, it’s kinda weird, ketika lo pernah ketemu sama si X di salah satu acara apapun itu, tiba-tiba dipertemukan kembali dalam acara lain dan kemudian menjadi akrab. Contoh: Lagi jamannya lomba Pramuka jaman SD, saya selalu ketemu sama satu regu dari SD swasta antah berantah. Saya sangat kagum dengan kekompakan dan team work dari grup ini. Sampai saya baru tau kalo ternyata grup Pramuka ini selalu jadi juara pertama di setiap lomba yang mereka ikuti. Pokoknya jiper deh kalo grup ini udah ikutan lomba Pramuka yang saya juga ikuti. Beberapa tahun kemudian, saya ketemu lagi sama mereka. Bukan dalam lomba Pramuka, tapi dalam satu kelas di SMP. Bahkan jadi temen akrab *dan salah satunya jadi sahabat sampai sekarang*. Hihihi kalo dipikir-pikir lucu aja, dulu saya suka gedeg sendiri karena grup ini terlihat sombong, tapi ternyata malah hampir semuanya jadi teman baik. Hahaha yeah dunia itu sempit, masbro mbaksis.. 😆

Okay, itu baru salah satu ceritanya. Sebenernya masih banyaaaaaak lagi. It’s like, wherever I go, saya pasti selalu ketemu orang-orang yang punya pertalian hubungan baik langsung maupun tidak langsung. Dan saya nggak pernah ngerasa aneh, paling cuma bilang,

“Hyaampuuun.. Dunia sempit banget yah bok..”

Well, I think it was destiny, anyway. God wanted me to meet all of these people with each purpose, either blessings or lessons. Some became good friends, some became family, and maybe some became enemy. And I am so grateful to meet these people. So, setuju dengan ungkapan dunia tak selebar daun kelor? 😉

6 thoughts on “Dunia Tak Selebar Daun Kelor”

Leave a Comment

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s