The Reader Movie

Iseng lagi inget-inget film apa yang terakhir saya tonton di bioskop, tiba-tiba baru sadar, ternyata udah lamaaaaa banget nggak nongkrongin film terbaru Hollywood dan Indonesia. Yah you name it lah; dari jamannya Perahu Kertas, TED, Resident Evil: Retribution, sampe yang lagi happening sekarang: Skyfall dan Breaking Dawn Part. 2, belom saya tonton. Rasanya pengen banget geret orang-orang terdekat ke bioskop, tapi waktunya (hampir) selalu mefet 😥 

Alternatif lain? Nonton sendirian. Been there done that. Tapi lama-lama ngerasa garing sendiri. Agak-agaknya nggak lucu harus menye-menyean nonton Twilight Saga, plus pukul-pukul pegangan kursi pas lagi nonton The Expendables. Untung nggak salah pegang tangan orang hahaha.. 😆 Anyway, belum lama saya iseng buka-buka folder film lama di harddisk eksternal. Trus random pilih-pilih film apa yang harus saya tonton. Pilihan film pun jatuh pada X-Men First Class. Hmm, semacam prologue cerita sebelum tim X-Men terbentuk. Tapi tetep aja saya ngerasa kurang seru, bosan nonton superhero yang ceritanya cenderung itu-itu aja. I want something anti mainstream. Then my mouse scrolled into The Reader Movie folder.

Film yang dirilis tahun 2008 ini meraih banyak penghargaan, terutama untuk Kate Winslet sebagai pemeran utama. Hihi waktu jaman awal-awal kerja dulu, salah satu teman baik di kantor cerita soal film dewasa yang adegan seksnya sangat steamy. Tapi beliau nggak tau judul filmnya. Dan saya baru ngeh sekarang, ternyata film yang dimaksud adalah The Reader. Film ini udah lama ada di harddisk saya, tapi nggak pernah saya puter karena takut ketiduran pas nontonnya. But one day I forced myself to watch this movie, and gladly found an incredible story inside..

Bercerita tentang pengacara bernama Michael Berg yang pada masa sekolahnya memiliki affair dengan wanita dewasa bernama Hanna Schmitz, petugas tram. Kejadian yang tak terduga membuat mereka bertemu terus menerus dan melakukan hubungan intim. During their time having sex, Michael always read Hanna the books he carried. Suatu hari Hanna memutuskan untuk meninggalkan Michael diam-diam karena naik jabatan. Michael sangat terpukul dan berusaha mengubur keras cinta pertamanya. Beberapa tahun kemudian, Michael masuk sekolah hukum dan sedang melakukan pengamatan kasus di pengadilan tinggi. Dan tanpa diduga, dia kembali bertemu dengan Hanna yang duduk di kursi sidang. Hanna diduga bersalah karena tindakannya sebagai penjaga di perkemahan Nazi. Hanna terjebak dalam situasi yang mengharuskan dirinya mengakui kesalahan laporan yang tidak dibuatnya. Dan di tengah suasana tegang tersebut, Michael baru sadar bahwa Hanna menyimpan rahasia yang bisa mempermudah kasusnya (Hanna adalah seorang buta warna huruf). But unfortunately, he didn’t tell anyone. Akhirnya Hanna divonis penjara seumur hidup, sementara tersangka lainnya hanya dikenakan hukuman 4 tahun saja. Meanwhile, Michael akhirnya menikah, memiliki anak, setelah itu bercerai. Ketika dia sedang obrak-abrik koleksi bukunya, Michael memutuskan untuk mengirimkan kaset serta tape player untuk Hanna. Dan Hanna mulai eksplor buku-buku yang sudah dibaca Michael untuk dirinya, then Hanna started learning to read and write herself, kemudian membalas setiap kiriman dari Michael (tapi Michael tidak membalasnya). 20 tahun berlalu setelah masa hukuman seumur hidupnya, Hanna mendapat remisi untuk dibebaskan. Petugas sosial di penjara berusaha menghubungi Michael dikarenakan hanya Michael yang berhubungan dengan Hanna selama masa tahanan. Sang petugas menjelaskan Hanna butuh masa depan dan tempat tinggal meskipun usianya tidak lagi muda. Seminggu sebelum hari kebebasan Hanna, Michael menemuinya dan menceritakan sedikit tentang update kehidupannya. Tapi Michael menjaga jarak dengan Hanna dan menghadapkannya pada apa yang dapat dipelajari dari masa lalunya. Hanna terlihat kecewa dan sebelum hari kebebasannya, dia bunuh diri. Michael yang sudah siap menjemputnya merasa sangat sedih. Hanna menitipkan kaleng uang dan surat wasiat kepadanya untuk diserahkan kepada anak salah satu korban kasus perkemahan Nazi.

Waktu awal-awal nonton, saya agak sangsi dengan film ini karena di awal cerita saya ngerasa kayak lagi nonton film bokep hahaha.. Tapi ternyata, nggak cuma sekali saya dibikin nangis gara-gara nonton film ini. Terutama di bagian Hanna mendengarkan tape kaset pemberian Michael, dan ketika Hanna bertemu lagi dengan Michael menjelang hari kebebasannya. Untuk sebagian orang mungkin akan merasa bosan karena setting filmnya yang dibuat menyerupai tahun 1940-an, dan juga tata bahasa yang cukup rumit. But I must say, this movie is one of the best historical drama I’ve ever watched. Jarang lho, film yang bisa bikin saya mewek sesunggukan. Hihi agak anomali sih, saya nggak mewek nonton film drama romantis, tapi bisa nangis sesunggukan gara-gara nonton film kolosal macam Downfall, Troy dan trilogi Lord of the Rings.

Abis ini nonton film unik apalagi yah? 😆

4 thoughts on “The Reader Movie”

Leave a Comment

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s