Torino Osteria Italiana (PERMANENTLY CLOSED)

Semalam temanku Amanda BBM,

A: “Nad, masih di kantor? Keluar yuuuk..”

N: “Yaaaa, gw baru aja sampe rumah. Tapi kalo mau keluar lagi ya hayuk sih, tapi sekitaran rumah lo/gw aja..”

A: “Oke deh kalo gitu, siap-siap yah.. Doakan nggak macet di jalan pulang..”

Jam 8 malam, Amanda sudah sampai di depan rumah, and off we go.. 😆 

Nggak tau pastinya sih mau kemana. Amanda males pulang karena di rumahnya lagi direnovasi masih bau cat baru, sedangkan saya sendiri juga masih nggak jelas di rumah mau ngapain — tadinya mau marathon film sampe ketiduran 😆 Akhirnya saya menyerahkan tujuan perjalanan dengan yang empunya kendaraan. Terserah dia aja deh mau ajak saya kemana hahaha.. Udah lewat Jalan Panjang Kebon Jeruk, sampai akhirnya nembus ke Jalan Gandaria. Saya udah mulai listing mau singgah kemana, dan sayangnya hanya berbekal Notes di Blackberry sama GPS Android. Semoga aja nggak nyasar.. 😆 Udah muter-muter-muter, tiba-tiba Amanda teriak di Jalan Gunawarman,

A: “Nad, ini cafe yang waktu itu pernah gw omongin, kesitu aja yuk..”

N: “………………..” (masih mengingat-ingat kapan Amanda pernah ngomong begitu)

Saya nggak pernah ngeh sih setiap kali melewati Jalan Gunawarman, Senopati dan sekitarnya. Yang saya tau sih, sepanjang jalanan itu emang isinya makanan enak semua. Dan nggak pernah ngeh sama Torino sebelumnya, cuma kalo liat pengunjungnya sih lumayan banyak. Torino Osteria Italiana, udah ketauan banget dong isinya makanan negara mana. Udah agak kebayang sih isi menunya ada apa aja. Berhubung nggak laper-laper amat, mending cari ringan-ringan dan manis untuk mencairkan suasana 😆

Sejujurnya bukan makanannya yang saya incer, tapi cuma pengen duduk-duduk manis sambil ngobrol dengan salah satu sahabat kesayangan ini. Berhubung saya juga nurut-nurut aja dibawa kemana, Torino sepertinya salah satu pilihan yang menyenangkan. Pertama kali menginjakkan kaki disini, berasa kayak masuk restoran ekspatriat, karena isinya 90% bule. Dan mostly sih mereka menyajikan liquor yang harganya kurang cocok di kantong karyawan biasa macam saya ini hahaha.. Menunya juga nggak sebanyak di restoran Italia lainnya juga sih, bahkan gelato pun cuma ada kulkasnya aja. So, last night was my sugar high night. I ordered Creme Brulee (Rp35k) and Tortino Cioccolato (Rp40k) for my sweet friend. Late night sweets snacking with sweet companion. What a sweet night hehehe.. 😛

Rasanya lumayan enak, manisnya nggak bikin eneg. Cuma kasian Amanda yang nunggu Tortino-nya kelamaan, Creme Brulee punyaku datangnya lumayan cepat. Dan karena letaknya ada di jalan raya, kami cukup terganggu dengan bisingnya suara lalu lalang kendaraan bermotor (apalagi kalo bis atau truk tronton lewat, berasa banget getarannya hahaha). Will I be back for another shot? Hmm, maybe.. But I will be back for their mojitos 😀

6 thoughts on “Torino Osteria Italiana (PERMANENTLY CLOSED)”

    1. Yang coklat itu kayak lava cake lebih padet sedikit. Kayaknya lebih enak dimakan pake esgrim vanilla 😆

      Gw pengen pipiltin cocoa sama ketjil kitchen sellyyy ajak aku dooooong.. 😆

Leave a Comment

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s