Sebuah Renungan

One of my favorite scenes di film Jomblo, and someone I knew loves this too. Pasti udah pernah nonton dong film yang satu ini? Film ini lumayan beken pas jaman saya SMA dulu hehehe *ketauan angkatan berapa*. Anyway, di scene ini katanya sih banyak yang merasa tertohok soal relationship, terutama bagi mereka yang mengalaminya *baik dari sisi Agus dan juga Lani*. Beberapa ada yang membenarkan apa yang Agus lakukan, beberapa merasa Lani diperlakukan tidak adil. Tapi kalo dilihat dari alur ceritanya, dari awal Agus pun sudah memulai sesuatu yang salah. Agus yang lagi suntuk sama pacarnya, Rita si drama queen, memilih untuk selingkuh dengan Lani, sosok yang jauh lebih baik daripada Rita. Well, jadi inget teori 80/20 Rules in Relationship nya Darto. Hahaha tapi nggak begitu ngaruh juga. Anyway, selingkuh itu adalah pilihan, dan bukan suatu alasan untuk menyudahi sebuah hubungan — apalagi kalo masih ada keinginan dari kedua belah pihak untuk memperbaiki hubungan. Ya kalo sendokiran aja nggak bakalan bisa dong kapten, kapal bakalan karam. Dan beberapa pelaku selingkuh mengaku mereka tidak mendapatkan apa yang mereka mau dari pasangannya, atau pasangannya tidak memenuhi kriteria yang diinginkan padahal bisa jadi hanya masalah waktu — tergantung siapa yang sabar di dalamnya. Hahanjrit bisa bikin buku nih kalo saya udah mulai analisa teori selingkuh. Tapi dari scene di film Jomblo ini, kita bisa belajar sesuatu dari Agus yang harus memilih.. 🙂

A: “Saya sayang dia, dia juga sayang sama saya. Saya sadar kamu tuh lebih dibandingin dia, tapi bukan itu alasan seseorang mutusin pacarnya..”

L: “Bukankah semua orang nyari yang terbaik buat dirinya ya, Gus?”

A ” Kalau saya terus nyari yang lebih baik, suatu saat saya juga bakalan ninggalin kamu. Saya harus punya komitmen, dia juga kayak gitu, kita berdua tuh udah mau berubah..”

Well, in the end, ‘bola’-nya ada di Agus. Agus had to choose, between Rita whom he spent good and bad times together for a quite long time, or Lani; a perfect figure that Rita’s are not 🙂

4 thoughts on “Sebuah Renungan”

Leave a Comment

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s