Restart

Jadi, Amanda ngasih novel yang judulnya Restart sebagai kado ulang tahun buat gw. Katanya Amanda, isi di dalamnya pas banget buat gw. Ya ya ya, this broken heart thingy emang nggak akan ada habisnya untuk diceritakan. But let’s move to the next page, shall we hehehehe.. Well, katanya Amanda, novel ini direkomendasikan teman-temannya yang seneng baca, bahkan salah satu teman laki-lakinya juga bilang kalo novel ini isinya bagus. Malahan ada yang sampe berlinangan airmata segala bacanya. Bahahahaha, yaaaaa jangan mewek dong shayyy.. πŸ˜†Β 

Lihat bagian belakang novelnya, ada paragraf singkat yang bisa bikin kita senyum-senyum bacanya πŸ™‚

“Aku selalu mengira tak akan bisa hidup tanpa cintanya. Aku lupa, semua luka perlahan-lahan akan sembuh juga. Biarkan saja waktu yang jadi obatnya.

Saat itu akan tiba, ketika aku benar-benar menerima kenyataan bahwa kini tak ada lagi ‘kita’. Sekarang hanya aku, minus dirinya. Dia pergi terlalu lama dan aku terlalu bodoh terus-terusan memikirkan dirinya. Aku bisa hidup tanpa kenangan dan senyumannya. Kalau sebelum mengenal dia saja aku bisa bahagia, apa bedanya bahagia setelah tanpa dirinya?

Aku pasti akan jatuh cinta lagi. Suatu hari nanti… dan dengan yang lebih baik dari dirinya.”

Cerita dibuka dengan wanita karir muda berbakat bernama Syiana yang sedang mengikuti training dari kantornya di luar negeri. Syiana menganggap business trip-nya kali ini adalah salah satu wadah pelarian karena dia baru saja dikhianati oleh kekasih yang sangat dicintainya, Yudha — Syiana mendapati kekasihnya berselingkuh di depan mata kepalanya sendiri. Tapi bukan refreshing yang dia dapat ketika sedang training, Syiana malah bertemu Yudha beberapa hari sebelum kembali ke tanah air dan di saat yang sama mengalami kejadian yang tidak mengenakkan bersama dengan orang yang nanti akan mengubah hidupnya. Sekembalinya ke tanah air, Yudha terus berusaha untuk berbicara dengan Syiana, tapi Syiana belum merasa waktunya tepat. Syiana terus menenggelamkan diri ke pekerjaan, terutama dengan deadline project yang sedang dia tangani. Deadline project ini lah yang menuntun Syiana dipertemukan kembali dengan seseorang bernama Fedrian (Ian) di kejadian yang tidak mengenakkan sewaktu business trip. Ian yang rockstar band terkenal begitu tertarik dengan sosok Syiana yang mandiri dan juga witty. Long story short, Syiana akhirnya menyudahi hubungannya dengan Yuda dan menjalani hubungan (tidak) resmi yang rumit bersama Ian. Awalnya Syiana merasa akan baik-baik saja dengan Ian, sampai Syiana merasa Ian menjadikan dia sebagai pelarian karena dikhianati mantan pacar yang masih terus berada di lingkungannya. Syiana merasa hubungannya dengan Ian akan sia-sia karena perbedaan-perbedaan yang ada. Long story short again, Syiana menyesal dan ingin kembali dengan Ian.

Sejujurnya yah, alur ceritanya mudah ketebak dan karakter-karakter di dalamnya cukup dreamy. And thank God, nggak bikin gw nangis hehe maap ya Am πŸ˜† Dan mungkin ini cerita Dealova-nya wanita dewasa kali yah. Masih inget kan novel ABG yang booming di tahun 2005 dulu? πŸ˜† Tapi ada beberapa quote yang bisa diambil dari novel Restart ini:

“Ada hal-hal dalam hidup lo yang lo tahu bahwa itu adalah sebuah kesalahan tapi lo nggak akan benar-benar tahu bahwa itu adalah sebuah kesalahan — karena satu-satunya cara untuk mengetahui bahwa hal tersebut merupakan kesalahan adalah dengan membuat kesalahan itu terjadi. Lalu, pada suatu titik setelah itu, lo menoleh ke belakang dan saat itulah lo bisa berkata kepada diri lo sendiri bahwa itu memang sebuah kesalahan.”

“Jangan pernah ngeremehin yang namanya takdir. Karena ketika lo nggak mengharapkan sesuatu terjadi, hal-hal yang paling kecil sekalipun bisa menimbulkan efek domino yang akan mengubah hidup lo.”

Kalo yang barusan gw percaya πŸ˜† Eh trus masih ada lagi nih:

“Akhir dari sebuah hubungan itu mengubah kita, from who you were to who you are, dengan kecepatan yang nggak ada tandingannya di dunia ini. Saya nggak bisa bilang bahwa waktu itu saya nggak sedih, tapi saya tahu, kok — segala sesuatu itu pasti indah pada waktunya. Kalau belum indah, itu berarti belum waktunya.”

Dan ini yang paling gong, biarpun nggak ada di akhir cerita — dimana Syiana menghadiri pesta ulang tahun perkawinan orangtua sahabatnya yang sudah dia anggap sebagai orangtua sendiri, dan ini bisa jadi bahan renungan buat kita semua πŸ™‚

“Nggak ada perjalanan yang terasa panjang, kalau kita punya teman perjalanan yang menyenangkan. Mungkin karena tiap tahun mendengar ini, kalian udah pada bosan. Tapi saya nggak akan bosan-bosan mengucapkannya. Tiga puluh dua tahun itu bukan waktu yang singkat untuk sebuah pernikahan. Dan seperti yang saya sampaikan ke Ferro waktu dia akan menikah, pernikahan dan hubungan kita dengan pasangan kita adalah sebuah pekerjaan penuh waktu. Kalau nggak siap, ya jangan coba-coba melamar ke pekerjaan itu. ~~~ Semakin kita tua dan dewasa, kita belajar bahwa bahkan orang yang seharusnya nggak membuat kalian jatuh, mungkin di luar ekspektasi akan melakukan hal-hal yang menyakiti kita. Mungkin kalian akan patah hati lebih dari satu kali. Dan setiap kali itu terjadi rasanya akan semakin sulit. Tapi bukan hanya kalian yang patah hati, kalian pasti akan mematahkan hati orang lain juga. Jadi, sebelum kalian mematahkan hati orang lain, coba ingat gimana rasanya kalau hati kita sendiri yang patah. ~~~ Jalannya nggak akan pernah mudah. Berantem, perdebatan, saling melemparkan kata-kata tajam dengan orang yang kita cintai. Menyalahkan pasangan yang kita cintai saat ini gara-gara kesalahan pasangan kita yang dulu — dan pada akhirnya, kita akan menangis karena menyadari bahwa waktu berlalu dengan begitu cepat tanpa sempat memperbaiki keadaan, dan hal yang berikutnya kita ketahui, kita kehilangan orang yang benar-benar kita cintai.. Seperti yang saya bilang kepada Ferro ketika dia mau menikahi Ella: take a chance. Ambil kesempatan itu, karena kita nggak tau kapan kesempatan — dalam wujud pasangan kita sekarang — akan datang lagi. Jangan sampai kalian menyesal nggak mengambil kesempatan itu hanya karena ragu-ragu atau takut menghadapi masa depan. Masalah, apapun bentuknya, adalah bagian dari kita menjalani hidup. Kalo nikah itu masalahnya ada aja. Dari mulai materi, pasangan, anak, mertua, bahkan masalah di kantor pun bisa mempengaruhi kehidupan rumah tangga. Dan itulah gunanya pasangan hidup, untuk mengatasi masalah bersama-sama. Kalau kalian nggak membagi bebannya kepada pasangan kalian, you don’t give the person who loves you enough chance to love you enough. Nggak usah takut sama cobaan, masalah, atau apa pun itu. Karena ketika kalian sudah menemukan orang yang tepat untuk berbagi beban dan kebahagiaan, naik dan turunnya hidup — percayalah, berada di bawah itu akan sama rasanya seperti ketika kita berada di atas. Senang dan susah hanyalah fase dalam hidup yang akan segera berganti.”

Inti dari novel ini yang bisa kita ambil adalah obat patah hati itu ada dua; waktu dan orang baru. So, buat yang lagi patah hati, pilih yang mana dulu nih? πŸ˜†

6 Comments

  1. Heyho salam kenal yah
    suka banget sama quote yg terahir, jadi bahan renungan bgt buat gw πŸ˜€
    nice blog by the way πŸ˜€

Leave a Comment

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s