Cerita Akhir Bulan

Apa kabar dunia? Teteeep asyikkkkk! *wajib pake Y* Entah itu tagline acara anak-anak di tahun berapa tapi yang jelas masih nempel banget di otak saya sampe sekarang huehehehe 😆 *ketauan deh angkatan berape*. Anyway, how’s your week going? Di minggu ini tidak ada highlight yang bikin nganga, ya paling nggak jauh-jauh dari target penjualan yang aduhai jumlah total perbulannya. Yaelah itu lagi, itu lagi, yaaa maklum namanya juga sales, sehari-hari berkutat sama target. Tapi target sekarang ini lumayan bertolak belakang sama keadaan pasar. Ditambah kurs dollar sempat meninggi beberapa hari yang lalu, bahkan sampe bikin seisi kantor saya nganga maksimal ketika nilai tukar dollar menginjak angka IDR 12k. Aduh biyung, sepi kali jualan saya.. Mana customer pada minta nilai rate jualnya diturunin, belom lagi sama utang mereka yang overdue lamooo sekali. Sales-sales yang lain udah mulai teriak gara-gara komisi jualannya menurun. Kalau sudah begini, kami hanya bisa menjual apa yang bisa dijual *nggak termasuk jual diri ye sob hahaha 😆 *. Dan kali ini doa minta jodoh terkalahkan sudah dengan doa minta PO hahahaha.. 😆 

The little Zahira just got her 1st birthday. A small celebration was held with family and a bunch of close relatives. Though she was not in a good condition, she still clapped her hands to the sound of her birthday song — biarpun ekspresi mukanya datar. Happy birthday, dear little niece. Semoga menjadi anak baik, cerdas, berbakti pada orangtua, dan menjadi kebanggaan keluarga.. Amin 🙂

Not much to do for today. Dari tadi cuma bego-begoan aja sama Lulu. Dari rencana pergi ke salon totok aura yang ujungnya di-cancel, tawaf di salah satu mol bergengsih daerah Selatan, duduk-duduk sambil ngayal babu. Mulut nggak berenti ngunyah dari siang sampe malam.

N: Cari makan apa gitu yuk.. Makan makanan manis deh..

L: Iya sih gw paham, hidup lo kepaitan dimana-mana sih ya.. 😆

N *jawdropping*

Udah dapet yang manis, abis itu kepengen makan yang asin-asin. Bertanyalah si adik kepada si kakak..

N: Kebanyakan nih eskrimnya, cari yang asin-asin yuk..

L: Apaan? Ketek mau nggak?

N: Ketek mah asem, upil mau?

*kemudian tawa setan menggelegar di lorong lantai dasar mall*

Dan kami akhirnya duduk di seberang toko permen warna warni yang sayangnya backsound lagunya galau semua. Dari The Man Who Can’t Be Moved, Need You Now, sampe Give Me A Reason. Khatam sob, khataaaam semua lagunya 😆

Jalanan Jakarta kayaknya lagi agak lengang yah, apa perasaan saya doang? Nggak biasanya jalanan di depan Kuningan City lancar jaya. Bahkan akses menuju Oakwood aja lancarnya bukan main. Hehehe alhamdulillah.. Sesampainya di rumah, adik-adiknya Ibu lagi ngumpul. Ibu juga lagi packing buat perbekalan pikniknya besok. Sampai akhirnya Lulu teriak,

L: Mah, jangan lupa beli pete yeh.. Yang banyak!

M: Dih, gogah! Pete mahal, tong!

N: Yakalik dah pete mahal gara-gara dollar 😆

*kemudian tawa menggelegar seisi rumah*

Sekian cerita dari keluarga pete 😆

6 thoughts on “Cerita Akhir Bulan”

Leave a Comment

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s