Closing Madness

Ini cerita closing tadi malam yang lumayan bikin hebring. Bulan ini saya dapat giliran jaga barengan sama Jenny. Long story short, Jenny nggak ikutan jaga sampai kelar karena lagi sakit nggak enak badan. Closing penjualan bulan ini lumayan ribet karena banyak reseller yang ngejar kuota penjualannya. Cuma banyak yang last minute purchase order-nya, dan proses di sistem kantor nggak dalam waktu satu-dua hari bisa kelar. Belum lagi yang bermasalah dengan terms of payment dan dokumen-dokumen pendukung yang belum di-submit. Tadi malam punya saya belum kelar dong sampai jam 9-an malam. Huhuhuhu padahal sebagian teman yang nggak ikutan jaga lagi nungguin di parkiran karena kita mau cabut pergi. Sampai ada yang nungguin di halte depan kantor segala sambil bersihin kuku, bahkan mainan troli di lobby gedung 😆 😆 😆 

Mendekati jam 10 malam saya mulai was-was, yang lagi nunggu ini masih mau jalan apa nggak. But the show must go on lah yaaa, begitu admin bilang punya tim saya udah kelar, saya langsung beberes meja. Cuma nggak lama sales manager saya tetiba murka karena ada satu masalah yang lumayan krusial. Ada satu revenue yang kami, tim sales, harapkan bisa masuk ke revenue bulan ini, ternyata nggak bisa ter-autorisasi di sistem karena transaksi DP-nya belum masuk. Dan kasus ini punyanya salah satu temen saya yang lagi nunggu di lobby gedung ini hahaha. Langsung rame deh grup Whatsapp, dan temen saya mulai cranky ngebayangin Senin dia bakal disidang hahaha 😆 Yaeyalaaaaah revenue USD 800k dalam satu purchase order tapi nggak bisa masuk di bulan ini, apa nggak bikin satu kantor mencak-mencak? 😆 😆 😆 Yasutralah nasi udah jadi kerak, daripada sutris mending kita striptis have fun sis.. 😆

Setiap ngumpul bareng, kadang-kadang saya suka kebagian jadi place picker. Such an honor ya buat saya, berarti kan referensi saya lumayan oke hahaha. Tempat yang dipilih semalam juga last minute milihnya dan kebetulan lokasinya deket banget sama kantor. Daripada jauh-jauh ke daerah Selatan ye kan yang emang pusatnya tempat nongkrong, ternyata ada surga tersembunyi di daerah Tanah Abang.

Namanya Hotel Kosenda. Adanya di deretan Fave Hotel daerah Tanah Abang. Kalo dari arah belokan Metro Tanah Abang situ adanya di sebelah kanan jalan, belakangnya gedung Banwaslu (Badan Pengawas Pemilu). Tempatnya cuma seuprit nggak begitu keliatan, dan baru keliatan begitu ngeliat depan hotelnya udah penuh dengan parkiran mobil di pinggir jalan. Begitu masuk ke area hotel, bawaannya pengen langsung foto-foto karena detail arsitektur dan interiornya unik banget — dari resto-cafe di lantai dasar sampai bagian rooftop-nya. Nggak pake takjub lama-lama. Saya sama yang lain langsung menuju Awan Lounge di lantai 9 hotel.

Cocktails-nya jauh lebih enak daripada Luciole Bistro Central Park, dan mendekati enaknya cocktails di Union Plaza Senayan. Makanan-makanannya lumayan enak, terutama Chicken Boxing yang kami santap ludes semalam tak berbekas. Ya boleh lah ya hengot-hengot kemari kalo lagi empet banget sama kerjaan dan kehidupan 😆

Good place, good drinks, good friends. Cheers to the weekend 😆

8 thoughts on “Closing Madness”

Leave a Comment

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s