Piknik Ke Ragunan

Kenapa harus ke Ragunan? I had no particular reasons actually. Berawal dari saya yang pengen ngajak jalan DeviΒ tapi nggak tau mau kemana. Dari jaman kapan tau saya emang udah pengen ngajak Devi jalan-jalan — dari jaman masing-masing masih berpasangan sampai ‘bersolo karier’ sekarang. SUPER EEEAAAAAKKKKKKKKKK πŸ˜† Trus kan daripada ngemol nggak tau juntrungannya cuma duduk-duduk doang sambilan makan, mending ngobrolnya sambil tamasya aja. Sekali lagi, kenapa harus ke Ragunan? Biar deket sama rumahnya Devi, jadi pulangnya nggak ribet πŸ˜† Setelah ngobrol panjang via LINE chat akhirnya bertandanglah kami ke Ragunan hari Sabtu kemarin πŸ˜€Β 

Janjiannya jam 8 teng di Halte Busway Ragunan. Malam sebelum hari H, saya mendadak pilek. Waduh nggak boleh terjadi nih, akhirnya saya langsung nenggak Theragran dengan harapan ini cuma pilek-pilekan doang. Ternyata pagi harinya badan malah nggreges. Langsung nenggak obat sebelum berangkat. Nah, motor saya kan sempat bermasalah tuh Jumat malam kemarin, saya insist mau benerin motor pagi-pagi tapi bengkel belum ada yang buka 😦 Akhirnya terpaksa gedor-gedor pintu rumah kakak yang susah banget dibanguninnya buat pinjam motor. Setelah bersusah payah 30 menit, akhirnya berangkatlah saya jam 8.30 pagi, padahal Devi juga baru nyampe disana. Katanya jalanan agak rame karena anak sekolah lagi ambil rapot bayangan. Berdoa sajalah semoga estimasi perjalanan 30 menit dari Kebon Jeruk ke Ragunan tidak meleset πŸ˜€ Yaaa biarpun kenyataannya meleset sedikit juga karena lampu merah sepanjang jalan dan padatnya jalanan Jakarta di hari Sabtu pagi.

Oke, akhirnya sampai di Ragunan dan saya nggak tau harus parkir dimana. Ketemu Devi dulu deh biar dia nggak ngambek karena nunggu kelamaan. Untung anaknya sabar, manis, baik hati dan tidak sombong.. πŸ˜† πŸ˜† πŸ˜† Dan karena ke-sotoy-an saya sama area Ragunan, saya salah parkir motor. Merasa benar dengan ngikutin plang tulisan motor yang ternyata menuju GOR Ragunan, saya mesti bolak balik dari GOR ke area parkir bonbin Ragunan yang sebenarnya. Jarak dari GOR ke bonbin lumayan jauh ye bok. Mana jalanan lagi padat karena banyak anak sekolahan yang olahraga disana. Yaaa itung-itung olahraga Sabtu pagi pengganti bersepeda πŸ˜†

Terakhir kali saya pergi ke Ragunan waktu jaman SD belasan tahun yang lalu, waktu lagi ikutan lomba gambar bertemakan konservasi hutan. Anjirrr udah lama aja hahaha.. Dan nggak banyak yang saya inget dari tempat ini. Tapi panasnya mentereng aduhai padahal matahari belum tinggi banget. Biaya masuk ke bonbin Ragunan saat ini untuk orang dewasa dikenakan IDR 4,5k. Ini baru masuk ke bonbinnya aja ya, untuk parkir ada biayanya lagi. Masih terjangkau di kantong banget. Dan kalo ngerasa nggak kuat jalan kaki keliling bonbin, bisa sewa sepeda di dalam Ragunan per-jamnya atau naik kereta mobil. Karena saya juga nyampenya rada kesiangan, suasana di dalam bonbin sudah lumayan padat. Dari keluarga kecil, rombongan anak sekolah, sampai komunitas ikhwan-akhwat yang lagi ngadain forum diskusi πŸ˜€

Kami hanya mampir ke beberapa tempat saja. Selain karena kesiangan, berat bawaan kami juga lumayan berat. Ampun deh beban hidup mah nggak usah dibawa piknik juga kali neng hahahaha πŸ˜† Dan setiap mampir ke tempat binatang-binatang ini rasanya malah jadi iba. Beberapa malah terlihat dalam kondisi kurus kering kerontang — ya kurang lebih sama deh kayak dua orang pengunjung ini πŸ˜† Ya semoga satwa-satwa ini dirawat dengan layak dan ada baiknya sih dikembalikan ke habitat aslinya πŸ™‚

Diujung jalan bonbin kami melihat Pusat Primata Schmutzer. Namanya sih keren tapi isinya ya primata semua πŸ˜† Masuk kedalam dikenakan biaya IDR 7,5k. Yeah maybe worth the journey, karena sejauh mata memandang pusat primata ini kayak hutan. Tempat ini disesuaikan dengan habitat asli primata-primata ini..

Pas lagi muter-muter di pusat primata ini, kami menemukan spot enak untuk piknik. Letaknya di pinggir danau di belakang kawasan pusat primata. Sayangnya matahari lagi panas-panasnya dan kami kelaparan. Kami urungkan niat kami untuk gelar tikar piknik dan memilih beranjak dari bonbin.

Sekian perjalanan singkat kami. Sabtu kemarin kami berasa jadi Dora The Explorer & Diego hehehe.. Senang rasanya bisa reminiscing jaman kecil dulu sekaligus update kondisi bonbin kita tercinta ini. Semoga tempat ini masih ada ketika saya sudah punya anak nanti. Amin πŸ™‚

14 Comments

  1. Ahaaa terakhir ke ragunan awal tahun kemaren. Iseng aja jalan2 sembari dorong2 stroller niat mau ngasih liat ke anak hewan2nya tapi sepi ya bok hihihi. Tapi lumayanlah bisa outdoor activity dengan biaya murah meriah. Secara boseenn kan jakarta mall lagi mall lagi 😦

    1. Iya betul sekali, Mbak. Cuma bonbin Ragunan ini mulai nggak terawat hewannya, sedih banget pas ngeliat mereka kok kayaknya kurus-kurus banget badannya 😦

Leave a Comment

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s