The (Late) New Year Story

Happy New Year to you all! Gimana tahun baruannya? I bet you all had a very great day on New Year’s Eve hehehe 😆 Well, 2013 has given me lots of lessons. Thank God for my family, best friends and things I have done and been doing. What has happened to me, made me who I am today. Alhamdulillah untuk semuanya 🙂

What about resolutions? Ah I don’t talk about it again these days. Kata orang, pamali kalo diomongin hahaha.. Yaa biarkan resolusi ini saya simpan sendiri. Biarkan saya menggapai apa yang saya inginkan, dengan niat, doa dan usaha. Semoga Tuhan memberkati jalan saya, amin 🙂

Udahan ah ngomong seriusnya. Saya mau cerita sedikit tentang peristiwa menjelang pergantian tahun kemarin. Sorry maap nih kalo udah kelewatan basi hihihi 😆 Beberapa minggu yang lalu, Ayah saya berulang tahun. Dan tepat di hari ulang tahunnya, adalah hari terakhir beliau bekerja. Ya, Ayah saya akhirnya harus menyudahi masa kerjanya. Agak mewek sih ngebayangin Ayah udah nggak kerja lagi, karena Ayah orangnya nggak bisa diem, ya 11-12 lah kayak anaknya haha. Nah saya sama Ibu dan kakak diminta untuk datang ke kantor Ayah sama rekan-rekan kerjanya, maksudnya mau kasih surprise ke beliau. Jadi ya Ayah taunya saya sama kakak lagi kerja di kantor, sedangkan Ibu lagi di rumah. Saya sama kakak izin kerja setengah hari, abis itu langsung jemput Ibu di rumah. Acara surprise-nya dimulai jam 5 sore, tapi kami udah siap-siap beberapa jam sebelumnya. Pas sampai di kantor Ayah, saya Ibu sama kakak langsung disambut sama rekan kerja Ayah, dan langsung dibawa masuk ke dapur lounge tempat acara surprise-nya. Selama di dapur itu saya dengar pidato kesan-kesan Ayah selama bekerja di kantornya. Saya nggak berhenti senyum pas Ayah lagi pidato, karena selain cerita Ayah yang sangat inspiratif, gaya penyampaiannya juga lucu. Ya beda tipis lah sama Komeng atau Deni Cagur hahaha 😆 Well, he’s definitely the top of my role models. Kebanggaan saya dan juga keluarga 🙂

Nah begitu Ayah selesai pidato, tiba saatnya saya sekeluarga keluar buat ngasih kue sambil nyanyi lagu Happy Birthday buat Ayah, diikuti sama semua rekan kerjanya. Ayah mendadak gagu begitu melihat saya Ibu sama kakak ada disana. Beliau speechless nggak bisa ngomong apa-apa, cuma cengar cengir aja saking kagetnya. Langsung Ayah tiup lilin dan kami sekeluarga mendaratkan ciuman ke Ayah 🙂 Ayah got lots of presents from his colleagues. He looked happy and sad at the same time. Especially when his boss told us about his best values.. Ayah may not be a smart person, but he has his own great values. Nilai-nilai sederhana yang dimiliki Ayah ini lah yang selalu diajarkan ke anak-anaknya. Ayah cinta sejatiku, Ayah kebanggaanku, Ayah hidup matiku.. Selamat ulang tahun buat Ayah, semoga Tuhan selalu melindungi Ayah, dan kebahagiaan selalu menyertaimu, amin 🙂

Beberapa hari menjelang tahun baru, sahabat saya dari Cirebon datang ke Jakarta. Rencananya ini sudah dibicarakan beberapa bulan sebelumnya. Gimana saya nggak seneng banget, terakhir kali ketemu itu cuma sebentar kira-kira 2 tahun yang lalu. Lama banget ye kan? 😆 Ta’ suruh bermalam saja di rumah, sambil menghabiskan malam tahun baru. So many stories I wanted to hear from her, how she’s been doing and stuff. Begitu saya jemput di Gambir, Icha langsung saya peluk erat. She hasn’t changed at all, still sweet and cute. Hari pertama Icha menginjakkan kaki di Jakata, Icha pengen banget ke Kota Tua. Sayang sekali saya nggak bisa nemenin karena harus kerja — yes saya kerja di detik-detik menjelang pergantian tahun. Mau banget cuti, tapi teman-teman satu tim sudah mengajukan cuti terlebih dahulu. Mau nggak mau cuma saya yang available di kantor untuk back up kerjaan. Untungnya sih lagi sepi, karena kantor rata-rata udah pada libur ya. Terlebih jalanan Jakarta yang sama lengangnya seperti hari Raya Idul Fitri — kecuali di detik-detik menjelang pergantian tahun. Anyway, di hari kedua saya masih harus kerja biarpun setengah hari. Akhirnya janjian sama Icha di Istiqlal. Karena pas waktu makan siang, saya ajak Icha ke Ragusa. Icha seneng banget, dan bilang homemade ice cream-nya enak hehe.

Begitu kenyang, kami langsung buru-buru pulang karena mau menghabiskan pergantian tahun baru di Monas. Kebetulan saya nggak bawa kendaraan, jadi pulangnya naik busway aja. Seneng banget begitu tau ternyata Icha baru pertama kali ini naik busway. Yeay horray!! 😆 Tapi kok ngeliat jalanan Thamrin-Sudirman sebelum di-steril kok udah rame banget. Ditambah ribuan manusia menumpuk di stasiun busway Harmoni. Untung saya dan Icha ukurannya mini-mini, jadinya masih bisa nyelip biarpun dalam hati saya was-was takut Icha kenapa-kenapa *ya maklum zeng titipan tante Sri*. Saya sama Icha yang tadinya mau seru-seruan tahun baru di sekitaran Monas harus mengurungkan niat kami. Akhirnya kami menghabiskan pergantian tahun di kamar, sambil nonton DVD dan cerita-cerita sampai ketiduran 😆

Hari pertama tahun 2014, saya ajak Icha ke Hong Tang. Senangnya begitu tau semua hal baru yang Icha coba di Jakarta, first time-nya barengan Nadya semua. Ragusa, naik busway, sama makan Hong Tang. Yeay, look how happy she was 😆

Selesai makan Hong Tang, nggak sengaja kami papasan sama keluarga saya yang ternyata lagi ada di lokasi yang sama. Langsung aja nimbrung sambil mamam siang lagi 😆 Dan nggak sadar beberapa jam berikutnya saya harus nganter Icha lagi ke Gambir. Huhuhuhu sedih 😦 But don’t worry I’ll be in her town soon 😆

So, how would you like to spend this year? I bet it’s gonna be amazing. Happy (late) New Year 🙂

“I hope that in this year to come, you make mistakes.

Because if you are making mistakes, then you are making new things, trying new things, learning, living, pushing yourself, changing yourself, changing your world. You’re doing things you’ve never done before, and more importantly, you’re doing something.

So that’s my wish for you, and all of us, and my wish for myself. Make new mistakes. Make glorious, amazing mistakes. Make mistakes nobody’s ever made before. Don’t freeze, don’t stop, don’t worry that it isn’t good enough, or it isn’t perfect, whatever it is: art, or love, or work or family or life.

Whatever it is you’re scared of doing, do it.

Make your mistakes, next year and forever.”

— Neil Gaiman New Year 2014’s Wish

21 Comments

  1. “Whatever it is you’re scared of doing, do it. ”

    ini quotes kayaknya cocok bwt gw yg cupu… wkwkwkwkwkwk
    dari kapan tau mantengin blog mu, ceklak ceklik ndak ada yg baru…

    btw, suka sekali tulisan ini…
    🙂

Leave a Comment

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s