The Untrue Case

Malam ini mau sharing agak berat dan prinsipil dikit yah. Mohon dimaafkan kalau tidak berkenan hehe 😆 Pagi tadi saya tersedak lini masa dunia maya. Katanya orang nomor wahid di Amerika sana selingkuh. Wait, what did I just see? Ini beneran?! Ciyuusss? Langsung dong saya klik kroscek beritanya. Dari beberapa link lokal dan internasional yang saya baca, belum diketahui pasti apakah berita ini sudah terbukti kebenarannya. Kayaknya harus japri-in Mas Arman & Mbak Ning buat kroscek bener apa nggaknya 😀 Well, apabila berita ini benar adanya, terpukul banget nggak sih dengernya? Saya yang nggak ngerasa aja terpukul, apalagi korban.. 😥 😥 😥 

Begitulah reaksi teman-teman saya di dunia maya. Sedih, marah, sekaligus nggak percaya. Bahkan reaksi yang bisa saya share pun hanya berupa helaan napas yang nggak jelas. IMHO yah, it’s just so weird when you have almost everything and that proves you absolutely don’t thank God for what you already have. Kalo kata si Difa (lihat gambar), “Mau lo apa lagi sih njinggggg?” — I do agree with this. Call me naive or innocent, but I totally disagree with this kind of act. Tapi, mau nggak mau saya harus membuka mata selebar-lebarnya dengan kenyataan yang ada, hal ini juga terjadi di sekitar saya — bahkan saya pernah menjadi korbannya.. *yaelah dia curhaaaaat 😆 *. Ada yang bilang, katanya si pelaku dan korban selingkuh sama-sama memiliki kesalahan. Well, that’s a total BS for me. Tapi makin salah lagi kalo pengambilan keputusan finalnya nggak tepat. Ya tergantung orang-orangnya juga sih maunya gimana. Dan belum lama salah satu teman ada yang cerita tentang gelagatnya yang cenderung mendua. Mendadak saya langsung males begitu dia minta saya komentar hahaha.. Blah, who am I to judge anyway.. I’d only say, “No comment!”. Lain lagi sama teman saya yang dulu saya ceritain soal kejadian yang pernah saya alami, dengan pelan-pelan dia berkata, “Jujur aku bingung Nad harus komentar apa, malah ngerasa nggak enak banget, karena kamu sebagai korban, cerita ini semua ke aku yang ternyata adalah pelaku.”. Sigh…..

Korban bukanlah Aisyah yang rela dimadu Fahri di film Ayat-Ayat Cinta, tetapi pelaku juga bukanlah Nabi Muhammad yang adil dengan para istrinya. So, please think about it again.. Pretty please…..

19 thoughts on “The Untrue Case”

  1. Kadang gw bingung loh, disaat semua lagi baik2 saja kelihatannya, kenapa malah pria cenderung ‘bikin’ masalah, sebenernya apa sih yg dicari, michelle udah g neko2 gitu, kok ya tega amat….

    Apa cowok2 itu semakin sukses semakin nakal ya?

    1. Mungkin lelaki-lelaki ini lupa ada wanita hebat dibalik kesuksesannya alias ada wanita yang lebih menderita daripada kesusahannya 😆 *curhat dikit*

  2. lupa kali” yaaa.. dibalik kesuksesan seorang pria, ada wanita hebat yang mendampinginya, dia lupaa gmn pengorbanan Michelle buat keluarga dan suami, semoga aja cuma issue yaa..

  3. Godaan paling dahsyat bagi para pria : harta, tahta, wanita. Aku pun pernah ada di posisi korban, walau kadang angguk2 juga kalo ingat mungkin ada yang salah juga di diri korban, tapi mbokya jangan itu yang dijadikan alasan utk mendua. Ya gak seeeeh.. *hahaha jadi curcol*

    1. Eitsss toss dulu dong sesama korban. Ya doain aja ya semoga yang pernah atau sedang melakukan ini baik-baik aja hidupnya.. *eh ini ngedoain Obama apa si tersangka ‘lainnya’ yah? 😆 *

Leave a Comment

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s