Trafique Coffee

Ini cerita jalan-jalan beberapa minggu lalu. Biasa yak perempuan-perempuan single haus eksistensi, malem minggu kalo nggak nongkrong rasanya gimanaaaaa geto hahaha boong deng. Ini idenya Bu Vivi, yang lagi pengen banget nyobain cafe deket rumah kost-nya. Bingung antara Woodpecker atau Trafique, dan karena rumah kost nempel banget yak sama Trafique, mending kita melipir kesini dulu.

Letak tempatnya nggak jauh dari pom bensin sebelah Binus Senayan. Jadi kalo dari arah Kampus Moestopo, abis pom bensin nih ya, belok ke kiri kan langsung Senayan City, nah ini belok kanan aja arah Blok M. Abis itu ambil jalur kiri, liat di sebelah kiri jalan, ada warung steak yang saya lupa namanya apaan, sebelahnya langsung Trafique. Cafe ini nggak ada plang namanya, jadi kalo bingung, liat aja ke bangunan bata putih yang biasanya banyak mobil parkir.

Cafe-nya nggak terlalu luas sebenernya, tetapi jarak antara satu spot dengan spot yang lain lumayan spacy. IMHO, minuman dan makanannya belum terlalu banyak pilihan, dan harganya masih reasonable. As usual, yang menarik perhatian saya disini adalah tak lain tak bukan ya interiornya. Putih dinding batanya bikin suasana jadi adem. Ada tongsis yang disediakan buat kita pinjam sesuka hati — tapi jangan lupa balikin yak. Dan ada audiophile yang bisa kita pinjam juga. Pretty tiles, cute display, simple details and of course nice hospitality; the main key of every coffee shop should provide.

Cappuccino enak, Choco Hazelnut enak, Sausage Bread Roll-nya enak juga. Tapi ada satu minuman yang menurut saya ajaib banget rasanya. Namanya Lestretto, bahan utamanya kopi, tapi dicampur rempah dan juga ada rasa citrus-nya. Bentuknya kayak es kopi tapi IMHO rasanya kayak bumbu pecel. Mirip-mirip coffee beer gitu. Oh ya btw, kalo liat foto-foto ini, tempatnya emang Instagram material banget ya 😀

Jangankan tempat duduk, toiletnya aja bikin betah. Di depan toilet aja bisa gaya-gayaan HAHAHAHA 😆 *pardon my cengengesan face*

Saya happy, teman-teman saya juga happy. We all will be back here anytime soon 😀

12 thoughts on “Trafique Coffee”

    1. Haha welcome back, Mas Dani! 😀

      Iya tempatnya termasuk nyaman, dan biasanya kan pelayannya kalo minuman/makanan kita udah pada abis, suka “diusir” pelan-pelan kan, kalo disini nggak. Gw nggak ngerasa diusir padahal termasuk tamu yang paling berisik hahaha 😆

    1. Iya Mbak Oppie, deket sama Moestopo.
      Tapi kan seenggaknya view disana lebih “menenangkan” daripada disini hahaha. Suka liat di Pinterest, cafe-cafe yang cuma seuprit tapi bagus pemandangannya hehe 😀

Leave a Comment

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s