WC Day #3: A book you love

Reading is one of favourite things I do on my leisure time. Actually it’s when I was a kid. I’m not an avid reader, but I read almost everything. Sadly I kinda lost the joy of reading many years ago. I thought I got fun things to do other than reading. But trust me, reading is very important. I know you know the phrase, “Book is the window of the world”. It will open up your mind and perspectives on the world. It doesn’t matter if it’s thick or thin, lite or heavy, you just need to find the joy in the book you read. I’m trying to bring up the habit again 🙂

So, after reading some books in these past few years (I felt bad it’s not more than 10 books), I always find the joy to read this book by Adhitya Mulya, Sabtu Bersama Bapak. I knew it from my Twitter timeline. And after reading those good comments about this book, I went straight to the bookstore to get a copy. I started to read slowly and focused. By the title, you can guess that the story is about family. To be exact, it’s about how you make a good family by the values you’re holding on to. The author is so smart to picture a perfect father in the family, even picturing a perfect future husband. It’s one of those books I’ve read over and over again, and never get bored.

And I agree on some points in the book, I’ll try to mention those I will not forget:

Ibu Itje: “Ka, istri yang baik nggak akan keberatan diajak melarat.”

Saka: “Iya sih. Tapi Mah, suami yang baik tidak ada tega mengajak istrinya untuk melarat.”

…..

“Pak Gunawan adalah perencana yang baik. Prinsip dia dalam membangun keluarga adalah selesaikan masalah sebelum masalah itu datang.”

…..

Ibu Itje: “Jika ingin menilai seseorang, jangan nilai dari bagaimana dia berinteraksi dengan kita, karena itu bisa saja tertutup topeng. Tapi nilai dia dari bagaimana orang itu berinteraksi dengan orang-orang yang dia sayang.”

…..

Pak Gunawan: “Di keluarga kita, nilai tidak datang dari barang. Nilai kita datang dari hati. Harga dari diri kita datang dari akhlak kita. Harga dari diri kamu datang dari dalam hati kamu dan berdampak ke orang luar. Bukan dari barang/orang luar berdampak ke dalam hati.”

…..

Pak Gunawan: “Mengejar mimpi itu butuh dimulai sedini mungkin. Karena ada banyak sekali hal-hal yang menentukan dan membatasi pilihan kita kesana. ….. Bapak minta kalian bermimpi setinggi mungkin. Dengan syarat, kalian merencanakannya dengan baik, rajin dan tidak menyerah. Kejar mimpi kalian. Rencanakan. Kerjakan. Kasih deadline!”

…..

Ibu Itje: “Carilah pasangan yang dapat menjadi perhiasan dunia dan akhirat.”

…..

Saka: “Kata Bapak saya, dan dia dapat ini dari orang lain. Membangun sebuah hubungan itu butuh dua orang yang solid. Yang sama-sama kuat. Bukan yang saling ngisi kelemahan. Karena untuk menjadi kuat, adalah tanggung jawab masing-masing orang. Bukan tanggung jawab orang lain.”

…..

“Find someone complimentary, not supplementary.”

…..

Pak Gunawan: “Suami-suami yang memperlakukan istri mereka seperti barang, adalah suami yang zolim. ….. Bagi Bapak, yang penting itu Bapak menjadi perhiasan yang menyenangkan Ibu. Bagi Ibu, yang penting itu Ibu menjadi perhiasan yang menyenangkan Bapak.”

…..

Saka: “Lelaki atau perempuan yang baik itu, nggak akan bikin pasangannya cemburu. Lelaki atau perempuan yang baik itu, bikin orang lain cemburu sama pasangannya.”

…..

Pak Gunawan: “Tugas kalian sekarang, membimbing keluarga kecil kalian. Selalu ingatkan kepada diri kalian, untuk memberikan yang terbaik bagi mereka. Karena kehadiran mereka adalah hal yang terbaik yang dapat terjadi pada kalian. Sebagaimana kehadiran Ibu dan kalian, menjadi hal terbaik dalam hidup.”

I was amazed by the whole story, because it’s just too perfect for pictures of a family. I’m in love with the characters also, especially Saka — perfect figure of a husband. If you read carefully you’ll find this Gunawan clan has those husband material. And I’m also glad to know that this book will be filming soon. I can’t wait to see it 🙂

13 thoughts on “WC Day #3: A book you love”

      1. Terakhir baca negeri para bedebah dari tere liye, terus lanjut sekuelnya negeri di ujung tanduk. Seru sih cuma ya ga tau ya…masalah selera jg ini.

      2. Pengen banget sih Mbak baca yang berseri gitu, tapi takut penasaran terus-terusan. Baca buku ini aja bikin gw telat dateng ke kantor hahaha..

Leave a Comment

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s