Lupa Ingatan, Tidak Lupa Kenangan

Kenangan memang bukan hafalan. Kenangan selalu saja tak terduga. Yang membahayakan dari kenangan, dia bisa datang kapan saja, semau-maunya. Berbeda dengan hafalan yang sepenuhnya dikendalikan kekuatan pikiran si penghafal, kenangan tak bisa diperlakukan demikian. Kenangan bukan benda yang bisa dipermainkan dan bisa dipanggil pulang kapan saja. Kenangan bergerak dengan caranya sendiri, semacam rumput liar yang tak pernah diinginkan.

Ada batas yang agak sumir antara ingatan dan kenangan. Kadang kala keduanya tak bisa dibedakan, kadang kala ingatan dan kenangan saling menelikung, saling memunggungi, tapi kadang keduanya juga saling melanjutkan satu sama lain.

Jika kenangan sudah memperlihatkan diri, tak ada yang bisa menampiknya. Satu picu kenangan meletup, maka bermunculanlah kenangan-kenangan lainnya, saling bertaut satu sama lain berpilin sedemikian rupa. Kenangan menghadirkan masa silam sebagai sebuah keutuhan dalam sekejap.

Kita bisa mengendalikan ingatan. Makanya kita kenal dengan proses menghafal. Tapi kenangan sebaliknya; justru kenangan yang mengendalikan kita. Makanya ada istilah “lupa ingatan”, tapi tak pernah ada istilah “lupa kenangan”. Sebab kenangan itu melampaui lupa.

Zen RS

2 thoughts on “Lupa Ingatan, Tidak Lupa Kenangan”

Leave a Comment

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s