Halo Halo Bandung

…..ibukota periangan.

Halo halo Bandung, kota kenang-kenangan~

Minggu lalu saya cuti 1 hari di hari Jumat, ceritanya mau road trip sama gadis-gadis cantik ini sampai hari Minggu. Direncanakannya sudah cukup lama, alhamdulillah kejadian beneran. Hihihi senang sekali rasanya. We’re so clueless yet excited what to do in Bandung. Dan buat saya pribadi, Bandung itu belum pernah bikin saya bosan. Entah ya, mungkin jalanan Bandungnya, mungkin tempat-tempat makan dan shopping-nya, atau mungkin kenangan didalamnya. Duilah hari gini masih bahas kenangan aja. Sudah sudah sudah.. Mari kita bahas liburan manis minggu lalu πŸ˜€Β 

Jam 6.30 saya sudah siap, tinggal menunggu Nadya saja karena rumah kami berdekatan. Nanti baru ketemu Fika di daerah Slipi. And all was set, kami masuk tol sekitar jam 7.30. Sepanjang perjalanan, kami update cerita hidup terbaru, karaokean CD hasil burning-nya Nadya *she tried to poison me with One Direction along the way — yet she’s succeeded*, dan ada yang tidur sepanjang perjalanan karena malamnya masih lembur. Alhamdulillah jalanan nggak macet-macet banget, paling stuck aja di sekitaran Bekasi. At least jam 10an kami sudah touch down Bandung area. Tapiiiiiiiiii.. Berhubung Nadya sama Fika belum pernah ke Kawah Putih, jadi kami nggak keluar di Pasteur. Untuk road trip ini, saya niat banget googling kemana-mana, bahkan sampai punya catatan kecil yang isinya tempat-tempat makan mumpuni berikut dengan direksi jalan kesana. Dan untuk ke Kawah Putih ini, saya berbekal googling juga. Sebelumnya saya sudah pernah ke Kawah Putih, earlier this year. Tapi jalan kesananya saya lupa, kayaknya waktu itu saya tidur sepanjang perjalanan jadi nggak ingat apa-apa. Mungkin terlalu banyak yang saya ingat jadi bikin saya lupa. Ha ha ha ha ha what the hell did I just write there? πŸ˜† Anyway, setelah keluar tol Kopo, lalu lanjut ke arah Soreang mengikuti Waze sampai Ciwidey, sampailah kami di Kawah Putih. Will share all the photos and stories in separate post.

Setelah selesai foto-foto di Kawah Putih dan makan siang di area Ciwidey, kami langsung menuju hotel karena sudah cukup sore. Kami tinggal di Stevie 6 Hotel. Untuk memutuskan tinggal disana pun juga banyak pertimbangan. Kalo saya, tinggal dimana aja yang penting akses kemana-mananya gampang. Meanwhile Nadya punya pertimbangan khusus, sedangkan Fika manut-manut wae. Setelah hardcore googling, akhirnya memutuskan tinggal di Stevie 6. Pasti pada ngeh nya dengan nama Stevie G, tapi setelah dikonfirmasi ke staff-nya namanya beneran Stevie 6. I will share the detail on separate post. Pokoknya saya banyak hutang cerita terpisah ya hehehe..

Selesai beres-beres dll, kami memutuskan makan malam di sekitaran daerah hotel saja. Actually I was clueless around daerah Lembang kalo untuk makan-makan. Taunya ada Dusun Bambu yang adanya paling ujung, sisanya kayaknya kurang recommended *menurut saya*. Akhirnya kami ke Kampung Daun. Saya pribadi ngerasa fine-fine aja makan di Kampung Daun, insha Allah makanannya enak-enak hehehe.. And it’s Nadya’s treat, so thank you so much, love ❀

And we headed to hotel to recharge our energy, karena hari Sabtu akan jadi hari terberat buat kami, dimana jalanan Bandung pasti banyak kedatangan mobil berplat B, and that’d be Saturday night also jadi ya pasti dimana-mana machica mochtar ya sista πŸ˜€

Sabtu paginya, kami udah siap jam 8an. Langsung sarapan di hotel, dan berangkat ke destinasi pertama kami hari itu, yaitu Wot Batu. Again, I will share on separate post including makan siang di Selasar Sunaryo. Buat pecinta artspace, karya seni dan filosofi, wajib banget datang ke Wot Batu. Saya pribadi puas, senang dan ngerasa penuh isi kepala dengan filosofi hidup yang digambarkan oleh Pak Sunaryo. Salut banget buat Bapak! :’)

Sudah puas mengagumi karya seni dan makan siang *enak banget sumpah nggak boong* di tempat-tempatnya Pak Sunaryo, kami menuju destinasi selanjutnya, Arromanis. Kalo yang ini sih, cuma untuk memenuhi ke-BM-an saya akan dessert yang lumayan hits ini di Bandung. And again, separate post will be shared.

Waktu sudah mendekati jam makan malam. Dan hari itu Sabtu malam (bukan malam Minggu), jadi kamu putuskan untuk makan di sekitaran daerah Riau saja. Saya muter otak lumayan lama, kira-kira tempat makan mana yang enak supaya kami bisa lama-lama duduk dan berbincang sembari menikmati dinginnya kota Bandung yang sedang hujan. Saya teringat dengan rumah makan favorit saya dan keluarga di sebelah Heritage FO, Dakken. Restoran ini selalu jadi tujuan kalo keluarga saya pergi ke Bandung. Makanannya enak-enak aja, menurut saya. Yang kurang cuma musholanya yang kecil dan toiletnya yang kadang kurang berfungsi. So, Sabtu malam di Bandung yang sedang hujan, perbincangan hangat ditemani teman-teman yang sangat menyenangkan, alhamdulillahirobbilalamin..

Udah puas di Bandung kota, akhirnya kami pulang ke hotel. Langsung istirahat karena besok paginya mau sarapan di Rotiku sekalian pulang ke Jakarta. Nadya found a hidden gem around Setiabudi area. And surprisingly enak juga rasanya. I will share the story in separate post, lagi dan lagi πŸ˜€

Sungguh, perjalanan ini sangat amat menyenangkan. Semenyenangkan pribadi gadis-gadis cantik di sebelah saya ini. Semoga dalam waktu dekat, kami bisa pergi bersama lagi, sebelum disibukkan dengan urusan masing-masing hehe. And to end up the weekend, we had lunch at pizza restaurant near our home.

Alhamdulillah πŸ™‚

All photos credited by me, Nadya and Fika.

3 thoughts on “Halo Halo Bandung”

Leave a Comment

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s