Strolling in Istanbul

Selama ini, Turki belum pernah jadi bucketlist dari negara-negara yang pengen gw kunjungi. Tapi ya, ngeliat foto-foto di Cappadocia / Pamukkale kayaknya seru juga tuh. Cuma masih belum merasa perlu untuk menjadikan Turki sebagai tujuan utama vakansi. Begitu ada kesempatan untuk tinggal 3 hari disana, kenapa nggak pergi aja ya? 😀 

Awal bulan Maret di Turki, cuacanya masih termasuk dingin sekitar 5-10° Celcius. Sebelum berangkat, pihak travel sudah mengingatkan untuk bawa coat/pakaian tebal. Cuma bawaan koper juga nggak boleh heboh karena tujuan utamanya bukan pergi ke Turki hehehe. Yang penting jaket tebelnya dibawa, anything else yang kira-kira essential aja buat dipakai disana. Gw udah siap-siap aja pake daleman yang tebel, in case sampe di bandara Turki gw nggak sempet ganti baju. Dan bener aja sih, turun dari pesawat langsung kumpul di deket pintu keluarnya, udah berasa dinginnya.

Kami sampai di Turki sekitar jam 05.00 waktu Istanbul. 30 menit kemudian baru masuk waktu Subuh. Beda waktu Jakarta sama Istanbul sekitar 4 jam (hampir sama kayak di Madinah/Mekah). Kalo di Turki jam 5 pagi, di Jakarta sekitar jam 9 pagi. Dari bandara, kami langsung menuju daerah Sultanahmet. Breakfast then strolling around the area.

Dari tempat sarapan, tinggal jalan kaki aja ke tempat-tempat wisatanya. Pertama, ke Hippodrome. Dulunya tempat ini adalah arena pacuan kereta bangsa Romawi. Bangunan Hippodrome ini sempat dibubarkan dan dihancurkan, yang membuat Hippodrome nggak terkenal lagi. Setelah muncul kekhalifahan Utsmani, akhirnya Hippodrome eksis lagi. Duilah bahasanya eksis. Anyway, fungsi Hippodrome yang tadinya arena pacuan berubah menjadi lapangan kuda untuk melatih kuda-kuda prajurit kerajaan Utsmaniyah.

Sebelum ke Topkapi Palace / Istana Topkapi, mata gw langsung tertuju sama jajanan pinggir jalan yang dijajakan di area wisata. Arab maklum udara dingin, bawaannya pengen makan aja hehehe. Yang ini namanya Kestane Kebabi, atau bahasa inggrisnya roasted chestnut. Rasanya mirip sama walnut (apa chestnut juga ya?) yang gw makan di Köln, Jerman tempo dulu.

Nah, kalo makanan yang dibawah ini namanya Simit, Turkish circular sesame bread. Bentuknya kayak donat dengan rongga yang lebih besar. Teksturnya lebih keras daripada roti biasa, mirip-mirip sama bagel. Biarpun keras, rasanya enak juga. Cocok buat minum teh atau kopi. Di Turki sendiri biasanya dipadu padankan dengan selai dan buah-buahan sebagai pelengkapnya.

Selanjutnya, menuju ke Topkapi Palace / Istana Topkapi. Dulunya istana ini adalah kediaman resmi dari Kesultanan Utsmaniyah. Tapi nggak banyak yang bisa dilihat disini kecuali pemandangan istana yang di samping Selat Bosphorus dan juga satu museum dimana banyak benda-benda bersejarah Islam yang disimpan, salah satunya bagian-bagian dari Mekah, seperti jubah dan pedang Nabi Muhammad SAW. Psst psst, no pictures taken in the museum.

Sudah puas dengan isi dari Topkapi Palace, kami langsung menuju Hagia Sophia / Aya Sofia. Awal kali dibangun Hagia Sophia ini adalah basilika / gereja di bawah kekuasaan Kekaisaran Latin Konstantinopel. Bangunannya berubah menjadi mesjid pada masa Kesultanan Utsmani. Kemudian disekulerkan dan dijadikan museum pada tahun 1935 oleh pemerintah Turki. Nggak cuma cerita sejarahnya yang bikin nganga, tapi arsitekturnya yang subhanallah bagusnya bukan main. Sayang sekali waktu gw kesana, sebagian besar isi museumnya sedang direnovasi. Tetapi masih bisa ber-aw-aw ria mengagumi keindahan langit-langit Hagia Sophia.

Then off to Blue Mosque / Sultan Ahmed Mosque. Kenapa namanya Mesjid Biru, karena pada masa lampau interior mesjidnya berwarna biru. Tempatnya deket banget sama Hippodrome, Hagia Sophia, Topkapi Palace dan juga Selat Bosphorus. Sultan Ahmed nya sendiri dimakamkan di halaman mesjid tersebut. Untuk masuk ke area ini, bagi pengunjung non-muslim diwajibkan untuk memakai pakaian yang sopan. Contohnya untuk pengunjung wanita, diwajibkan memakai tutup kepala dan untuk alas kakinya disediakan plastik untuk wadahnya. Seharian muka kena sinar matahari, begitu kena air wudlu disini rasanya kayak cuci muka pakai air es atau mungkin ice bucket challenge. Dinginnya menusuk-nusuk sanubari muka. Perpaduan antara mesjid dan museum menjadikan Mesjid Biru ramai dikunjungi wisatawan.

Sepertinya orang-orang Turki ini senang sekali piknik. Karena di pinggiran sungai yang gw lewati, banyak sekali anak-anak muda dan keluarga yang sedang berkumpul. Duduk leyeh-leyeh, BBQ-an, bahkan anak-anak kecil bisa main lempar-lemparan bola juga. Picnic sounds a good idea in any city in the world, I guess huehehe 😛

Nggak lama kemudian, kami sampai ke tempat yang namanya Panorama 1453, tempat diabadikannya peristiwa-peristiwa ditaklukannya kota Konstantinopel. Dari luar keliatannya kecil banget, tapi begitu masuk ke dalam, luas juga ternyata. Yang bikin takjub adalah lukisan-lukisan di atap yang melingkar seperti kubah itu. Cerita sejarahnya juga lumayan njelimet. But this Al Fatih guy brought a big history for the country indeed.


Besokkannya, kami diajak ke pabrik jaket kulit ternama di Turki, BEST Leather & Fur. Bagi yang suka sama jaket kulit, tempat ini bisa jadi surga buat buibuk dan pakbapak sekalian. Sebelum “belanja”, pengunjung disuguhi dengan fashion show mini. Jadi sebelum membeli, bisa lihat katalog-katalog berjalan dulu. Yah kapan lagi ya, liat awowo mata biru wara wiri di depan mata. Kalimat tasbih dan tahmid nggak berhenti keluar dari buibuk rombongan — termasuk gw hahaha. Jaket kulitnya bagus-bagus biarpun harganya lumayan bikin meringis. Well, ada harga, ada barang dong ya.

Selesai fashion show, kami dibawa ke makam Eyüp Al-Ansari (Abu Ayyub Al-Ansari), salah satu kawan baik dari Nabi Muhammad SAW. Makamnya terletak di dalam mesjid, namanya Eyüp Sultan Mosque. Di sekitaran mesjid dikelilingi oleh makam dan juga ada pasar. Disana ada toko yang jualan manisan Turki atau Turkish Delight, yang menurut gw lumayan enak.

Yang unik dari mesjid-mesjid di Turki adalah, tempat wudlu untuk laki-laki yang terpisah jauh dari bangunan mesjid. Tipikal-tipikal mesjid tradisional yang memang desain tempat wudlu-nya agak menjauh dari mesjid. Mungkin kayak adab ibadah orang yang mau solat Jumat, selesai wudlu ada jarak menuju tempat ibadah — pahalanya dapet juga hehehe.

Di area Eyüp Sultan Mosque ini, gw sempet jajan makanan yang namanya Lahmacun. Bentuknya seperti pizza tipis, terbuat dari adonan roti, daging cincang dan sayuran kemudian dipanggang. Buat gw, rasanya enak banget. Apalagi kalo baru selesai dimasak. Makanan ini biasanya juga dipakai jadi makanan pendamping makanan berat (pas makan siang misalnya).

And here comes the Bosphorus Cruise, one of the main tourist sites here in Turkey. Nggak afdol rasanya, ke Turki tapi nggak menyusuri Selat Bosphorus dan Laut Marmara. Tinggal duduk manis, makan cemilan, atau ngopi-ngopi sambil menikmati pemandangan laut biru. Dengan naik Bosphorus Cruise ini, kita bisa ngerasain langsung berada di antara dua benua sekaligus, benua Eropa dan Asia. Karena Turki sendiri ada sebagian yang masuk Eropa dan ada juga yang masuk bagian Asia.

Selesai Bosphorus Cruise dan mampir sebentar ke toko oleh-oleh, kami dibawa ke Grand Bazaar. Ini dia nih surga buat yang senang belanja. Tempat ini adalah salah satu pasar tertutup terbesar dan paling tua di dunia. Ada sekitar 60an jalan masuk dan tokonya ada lebih dari 3000. Yang dijual kebanyakan merchandise / buah tangan yang bisa dibawa pulang oleh wisatawan. Kalo mau belanja disini, biarpun harganya terkesan murah, tapi masih bisa ditawar lagi. Jangan lupa mengakrabkan diri sama penjualnya. Ya boleh lah sepik-sepik dikit, contohnya kayak Bulek gw. Dipuji-puji sama yang jualan, tapi karena si Bulek lebih jago sepiknya, jadi dikasih banyak deh belanjaannya. Termasuk yang kecipratan adalah gw dan si kakak hahaha. Tapi jangan terpaku sama satu toko aja disini. Karena tokonya banyak banget, jadi masih banyak pilihan. Gw dapet kain pashmina yang bahannya bagus dan lumayan murah juga harganya. Ada kejadian lucu nih waktu gw belanja di salah satu toko di Grand Bazaar. Usut punya usut, yang punya toko umurnya masih muda. Mungkin 3-4 tahun dibawah gw. Dan ternyata lumayan sering ke Indonesia. Dan ternyata temennya Ridho Rhoma. Yaudah langsung diajak ngobrol sama Bapak gw hahaha. Tapi doi tau nggak ya Ridho Rhoma lagi kesandung masalah disini? Fufufu 😛

And that’s the end of my Istanbul journey. Gw yakin di Turki masih banyak tempat seru yang bisa dikunjungi. So far, one of the best experiences to be here. Yang gw suka di negara ini adalah nggak perlu pusing kalo mau solat dimana. Namanya juga negara 1000 mesjid huehehe. Gw yakin, makanan Indonesia adalah makanan yang paling enak di dunia. Karena kalo di Turki ini, rasanya kayak makanan-makanan di Eropa. Kecuali, Lahmacun. Mungkin ini satu-satunya makanan Turki yang paling enak huehehe. Sayang gw nggak sempet nyobain kebab asli Turki, sama satu lagi, Çig Köfte — makanan yang gw liat di salah satu acara TV waktu bulan Ramadhan tahun 2000an — yang kayaknya uenak banget. Padahal nggak tau juga sih rasanya gimana. Gw juga nggak sempet ngerasain eskrimnya Turki, karena cuaca juga kayaknya kurang mendukung buat makan eskrim. Dan kata Bapak gw, kopinya Turki lumayan enak. Nggak terlalu asam, dan untuk pemanisnya dikasih sirup buah pome/delima. Turkish people are not really nice I think. Kecuali si abang yang temennya Ridho Rhoma itu. Wakakakakakak 😆 Oh one more thing, Atatürk Airport is sucked. Ada satu toko (kayak toko minuman/cemilan gitu), waktu gw beli air mineral, gw pikir pakai £ira, nggak taunya pake Euro. Padahal waktu itu lagi emergency banget, dan untung gw bawa sisa duit Euro.

Maybe next time, I’ll visit Cappadocia/Pamukkale. Yaa yang mana duluan dan ada rejekinya nanti deh. Huehehehe. Dan jangan lupa, when you see Subway store in front of you, buy it right away hehehe 😛

4 thoughts on “Strolling in Istanbul”

  1. bagus ya istanbul… suka liat pemandangan dan bangunan2nya..

    tempat jual jaket kulitnya lucu banget ya sampe ada fashion show nya segala. hahaha.

Leave a Comment

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s