Wishlist Checked: To Visit Holy Land

Perjalanan dari Turki ke Madinah memakan waktu 3-4 jam naik pesawat. Sengaja naik pesawatnya yang paling pagi, biar bisa ngerasain langsung ibadah solat Dzuhur di Masjid Nabawi. Alhamdulillah travel yang gw pake kasih akses hotel yang jaraknya nggak jauh dari Masjid Nabawi. In case amit-amit kita yang disini pada kesiangan, begitu adzannya berkumandang, bisa langsung bergegas ke masjid — biarpun nggak dapet tempat paling deket sama mimbar/saf laki-laki.

Salah satu bagian dari Masjid Nabawi yang gw suka adalah kubah dan payung raksasa yang dibuat untuk melancarkan sirkulasi udara ke dalam bangunan masjid. Kubah/payung ini akan terbuka waktu pagi/siang hari. Menjelang waktu Maghrib, kubah/payung ini akan tertutup. Kira-kira seperti ini bentukannya.

Ya somehow, payung yang segede-gede gaban ini jadi Instagram material hehehe 😛

Salah satu momen yang gw suka banget di Masjid Nabawi ini adalah waktu mau masuk Raudhah. Semua jamaah berbondong-bondong pengen berdoa dan solat disana. Raudhah yang arti bahasanya taman, adalah tempat paling istimewa di dalam Masjid Nabawi. Tempat ini dulunya adalah tempat Nabi Muhammad SAW beribadah, menjadi imam solat, dan juga menerima wahyu dari Allah SWT. Dulunya Raudhah ini adalah ruang diantara mimbar dan kamar Nabi di dalam Masjid Nabawi. Lokasinya sendiri di dalam Masjid Nabawi, adalah masuk ke bagian saf laki-laki. Untuk jamaah perempuan hanya dibuka di jam-jam tertentu, biasanya pas solat Dhuha atau setelah solat Dzuhur. Tempatnya mungkin hanya seluas 20×20 di dalam masjid. Dan kenapa bisa segitu istimewanya dan banyak jamaah yang mau berdoa disana, karena tempat ini adalah tempat yang paling mustajab untuk berdoa. Apapun doa yang dipanjatkan disana, insha Allah akan segera dikabulkan. Selain itu juga, lokasi Raudhah bersebelahan dengan makam Nabi Muhammad SAW. Buat jamaah perempuan sebenarnya agak sulit buat berdoa + solat sunah di area Raudhah, karena harus berebut dan senggol-senggolan sama buibuk dari seluruh dunia. Tapi banyak-banyak dzikir dan istighfar aja, melafazkan salawat dan sucikan niat. Insha Allah nanti disananya lancar. Kalo udah masuk Raudhah, biasanya cuma dikasih waktu 10-15 menit di dalamnya sama Askar (penjaga mesjid perempuan). Taunya udah masuk Raudhah darimana? Liat karpet masjid. Kalo karpetnya warna hijau, selamat! Anda sudah masuk ke area Raudhah. Segeralah panjatkan doa yang ingin segera dijabah. Kalo sampai bisa melakukan solat sunah, itu lebih baik.

Masjid Nabawi’s ceiling
Raudhah ditandai dengan kubah masjid berwarna hijau

Gw nangis sejadi-jadinya waktu menginjakan kaki di karpet hijau. Rasa haru kayaknya langsung membuncah semua disana. Secretly wishing I could be there soon enough hehe. Amin ya robbal alamin.

Di sebelah kanan Masjid Nabawi ada Museum Asmaul Husna. Dibuat seperti galeri dan yang diperlihatkan adalah bukti-bukti kebesaran Allah SWT dalam kehidupan. But to sum up, if you want to know about Allah SWT, visit this museum and learn about His 99 names.

Sebelum melakukan perjalanan umroh ke Mekah, gw dan rombongan dibawa ke Masjid Quba, masjid pertama yang yang dibangun oleh Nabi Muhammad SAW sewaktu Beliau melakukan hijrah ke Madinah. Solat di dalam Masjid Quba ini memiliki keutamaan.

“Barang siapa bersuci di rumahnya, kemudian mendatangi Masjid Quba, lalu ia solat di dalamnya, maka baginya pahala seperti pahala umrah”.

— HR. Tirmizi

Jadi ada baiknya wudlu dari hotel, baru jalan ke Masjid Quba. Pahala solatnya sama dengan 1x ibadah umroh. Dan jangan lupa, mampir ke pasar kurma yang letaknya nggak jauh dari Masjid Quba. Kalo mau cari kurma yang aneh-aneh, disana banyak. Contohnya, kurma muda yang katanya berkhasiat buat yang mau cepat punya anak. Trus ada lagi kurma yang namanya Lubana, atau kurma susu — konon katanya baik buat perempuan dan juga buat obat sakit maag. Trus ada lagi yang namanya kurma Sukari — kurma keperkasaan buat pakbapak. Nggak cuma kurma aja, disana banyak jual makanan oleh-oleh, dan juga buah-buahan segar kayak delima. Di musim tertentu, pohon kurma yang ada di pasar kurma ada yang berbuah. Jadi bisa liat langsung, kayak apa buah kurma yang masih di pohon.

Nggak semua travel umroh punya rute yang sama. Contohnya travel yang gw pake, rutenya adalah ke Madinah dulu baru ke Mekah. Sempet ngobrol juga sama jamaah dari travel lain, ada yang pergi ke Mekah dulu baru ke Madinah. Yaa yang mana yang duluan, yang penting kan ibadahnya hehehe.

Karena gw ke Madinah dulu, sebelum berangkat ke Mekah, gw dan rombongan ambil Miqat di Masjid Dzulhulaifah Bir Ali atau biasa disebut Bir Ali. Miqat ini adalah batas dimulainya ibadah haji/umroh. Orang-orang yang sudah berpakaian ihram jika sudah melewati daerah Miqat dan sudah niat ibadah juga, maka semua larangan ibadah haji/umroh sudah berlaku. Contohnya, nggak boleh ada sehelai bulu/rambut yang rontok, nggak boleh pake wangi-wangian, nggak boleh mandi pake sesuatu yang ada wanginya, nggak boleh berkata kasar. Kalo dilanggar, maka akan kena dam/denda. Yang paling ribet itu kan jangan sampe ada bulu yang rontok. Kalo lagi gatel, nggak boleh garuk-garuk heboh gitu. Salah-salah nanti kena denda. Dendanya juga nggak murah, paling murah seharga 1 ekor kambing. Ya gua nggak tau deh kambing di Arab berapa duit harganya, tapi ya amit-amit jangan sampe kena denda juga. Belum lagi kalo mau pup, biasanya kan kalo wawi (cebok/bilas dalam bahasa wong kito galo) suka pake sabun tuh. Nah ini, nggak boleh pake sabun. Dan pastiin tissue yang dipake nggak ada wangi-wangian. Boleh aja kalo mau mandi/keramas, tapi nggak pake sabun/sampo. Dan gimana caranya supaya tuh bulu-bulu nggak pada rontok — baik bulu yang keliatan maupun yang nggak keliatan. Dan sepanjang perjalanan menuju Mekah, banyak-banyak berdoa dan dzikir. Dan jangan mikir yang aneh-aneh. Jangan mikir yang jorok-jorok (note to myself hahaha) apalagi mikir yang nggak-nggak.

Gw dan rombongan sampai di Mekah jam 10.30 malam, yang tadinya dijadwalkan langsung ibadah umroh, ditunda jadi menjelang waktu Subuh. Tapi dihimbau untuk standby, jaga-jaga siapa tau di Al-Haram lagi nggak begitu ramai. Yang mau tidur dipersilahkan. Gw teler parah sepanjang perjalanan dari Madinah ke Mekah, dan untuk tidur kayaknya gampang aja. Yang jadi PR adalah baju ihram yang gw pake, dilepas takut rontok itu bulu-bulu, kalo nggak dilepas kok kayaknya nggak enak ya dipake tidur. Ya mau nggak mau bajunya dipake tidur juga. Tiba-tiba jam 2 pagi disuruh bangun buat ibadah umroh. Jujur, ngumpulin nyawanya susah payah, tapi ya harus bangun. Dan dimulailah tawaf 7 kali mengelilingi Ka’bah dan kemudian Sa’i. Kalo bisa sampai menyentuh Hajar Aswad, solah sunah 2 rakaat di makam Nabi Ibrahim, dan solat sunah di Hijr Ismail, gw acungi jempol. Karena banyak banget orang yang mau kesana juga. Dan biasanya beberapa ada yang melakukannya di luar ibadah umroh atau setelah solat wajib.

Pas tawaf, lagi-lagi rasa haru biru menghinggapi. Semuanya campur aduk. Suddenly felt so peaceful. Dan nggak lama setelah selesai Sa’i dan Tahallul, adzan Subuh berkumandang dengan indahnya.

Dipandang dari sisi manapun, Ka’bah sebegitu indahnya. One of my dreams just came true. To see Ka’bah with my own eyes, checked!!

Di sela-sela waktu ibadah, rombongan diajak berkeliling kota Mekah dan mengunjungi beberapa tempat penting. Pertama-tama kami diajak ke Jabal Tsur, salah satu bukit tertinggi di kota Mekah. Di puncak bukitnya ada gua yang terkenal bernama Gua Tsur. Di gua ini, Nabi Muhammad SAW diselamatkan dari kaum Quraisy yang mengejarnya. Kejadian ini berlangsung pada masa Nabi melakukan hijrah dari Mekah ke Madinah. Di masa tersebut katanya adalah masa yang paling suram bagi umat Islam. Di saat Nabi bersembunyi di gua, keajaiban pun terjadi. Tiba-tiba ada sarang laba-laba dan sarang burung merpati yang menutupi gua tersebut sehingga kaum Quraisy tidak dapat memasukinya. Cerita lengkapnya disini.

Madinah atau Mekah sama-sama gersangnya. Tapi di Madinah suhunya bisa lebih dingin daripada di Mekah. Akhir Februari kemarin, Fika yang berangkat duluan kesana info kalo cuaca di Madinah 16° Celcius. Kulit bisa kering dan mengelupas, belum lagi virus yang wara wiri seperti penyakit flu. Tapi alhamdulillah, selama disana, yang jadi masalah buat gw adalah kulit kering yang mengakibatkan gatal-gatal. Air di tanah Arab ini kan hasil suling dari air laut. Kayaknya itu yang bikin gw gatel-gatel. Ya apa emang gw yang aslinya kegatelan atau gw yang nggak cocok sama air di tanah Arab hahaha. Anyway, baik Madinah ataupun Mekah (terutama di Mekah), semuanya sama-sama membangun layaknya Jakarta. Banyak konstruksi bangunan dimana-mana, dan juga beberapa bagian dari Masjidil Haram juga direnovasi sehingga space untuk ibadah agak sedikit mengecil.

Kalo mau belanja di Mekah, bisa dilakukan di sekitaran hotel yang berdekatan dengan Masjidil Haram. Tapi kalo mau lebih murah lagi, naik taksi ke Pasar Ja’fariah (jaraknya kurang lebih 1 km dari Al-Haram), biaya taksi sekali pergi sekitar 20an rial. Disana banyak souvenir murah, dan bisa ditawar setega-teganya. Dan gw dapat kurma Ajwa + Sukari dengan harga lumayan murah di pasar ini.

Sebelum kembali ke tanah air, sekali lagi gw melakukan ibadah umroh — tawaf Wada. Semacam penghormatan terakhir ke Masjidil Haram / tawaf perpisahan. Untuk miqat-nya rombongan ambil di Ji’ranah sewaktu kami dibawa ke Jabal Rahmah dan Mina. Oh iya, jalan menuju Jabal Rahmah lumayan menarik. Seenggaknya kita harus melewati 168 anak tangga untuk jalan yang ‘official’. Untuk jalan pintas, batunya terjal bukan main. Tapi gw tetep semangat sih, paling semangat mungkin huahahaha. Jabal Rahmah diyakini adalah tempat bertemunya Nabi Adam dan Siti Hawa setelah mereka dipisahkan. Jabal Rahmah juga merupakan tempat Nabi Muhammad SAW menerima wahyu terakhir dari Allah SWT. Saat ini, banyak orang mengunjungi Jabal Rahmah untuk kelancaran jodoh. Well, jalanan menuju Jabal Rahmah-nya juga berliku-liku, mungkin seperti itu juga lah jalan menuju jodoh lo, Nad. Hahahaha.. 😆

Miqat Ji’ranah

Biasanya, pas mau ke bandara di Mekah (pulang menuju Jakarta), travel sering bawa jamaahnya ke daerah Pasar Balad di Jeddah. Ini juga jadi salah satu pasar yang lumayan murah buat cari oleh-oleh. Nah di daerah ini, lumayan banyak restoran yang menyajikan masakan yang Indonesia banget. Contohnya ada Bakso Mang Oedin, sama restoran Garuda. Nope, Garuda disini beda sama Garuda resto melayu yang ada di Indonesia yak. Yang ini makanannya separuh menu warteg, sisanya menu restoran Indonesia biasa. Selama di tanah Arab, baru kali ini makan masakan Indonesia yang beneran enak. Masaknya yang bener-bener dimasak, yang kalo lo pesen baru dibuatin makanannya. Gorengan ada, mau cari sambel yang rasanya beneran sambel disini juga ada. Pokoknya gw seneng banget deh hahaha.

Sebelum sampai di bandara Jeddah, kami solat dulu Masjid Arrahmah, masjid terapung di Jeddah. Nama lainnya adalah masjid terapung Laut Merah yang terkenal dengan kisah Nabi Musa AS yang dikejar Fir’aun. Biasanya selalu jadi tujuan jamaah haji/umroh Indonesia. Anginnya super kuenceng disini karena posisinya yang di pinggir Laut Merah persis.

One of the things I will miss di tanah Arab adalah ini, Al-Baik.

Ini adalah fast food paling enak di tanah Arab. Kenapa? Karena bumbunya enak. Bahkan lebih enak dari ayam goreng McDonald’s di Indonesia. Yaa 11-12 sama KFC deh. Tapi kalo mau makan fast food yang lidahnya pas buat orang Indonesia, berarti harus makan ini. Satu porsi isinya 4 potong ayam goreng crispy, didampingkan dengan burger bun dan kentang goreng. Laaah biasa makan nasi sama dua potong ayam (paling banyak), nah ini dikasih 4 potong.. Baru tau deh gw rahasia gedenya orang Arab tuh apa hahaha. Tapi serius kalo makan Al-Baik, harus bawa minimal 2 piring nasi sama sambel/saus tomat, karena sambel yang dikasih isinya sambel bawang putih yang gw nggak tau pedesnya dimana.

Nggak lama gambar diatas diambil, ayamnya jatoh semua ke lantai bis HAHAHAHAHAHAHAHA 😆

Kalo ditanya gimana rasanya udah bisa menginjakan kaki di tanah Suci itu nggak bisa digambarkan dengan kata-kata. Pertama kali yang gw rasain itu ya terharu. Terharu bisa ibadah langsung menghadap kiblatnya umat Muslim di seluruh dunia. Ada kalanya gw seneng banget, rasa seneng yang nggak bisa dibendung. But most of the time, gw nangis selama ibadah. Pokoknya semua rasa campur aduk jadi satu. Kalo ada yang bilang, apa yang kita perbuat di lingkungan kita nanti akan dibalas di tanah Suci, mungkin ada benarnya juga. Dan gw tau banget betapa wreckless dan caurnya diri ini, tapi alhamdulillah nggak terjadi apa-apa. Malahan gw terharu di tanah Suci banyak banget orang-orang asing yang baik. Kayak di dalam masjid tiba-tiba ada yang kasih makanan (semacam sedekah kayaknya ya). Kalo lupa bawa sajadah, ada yang berbaik hati mau berbagi sajadahnya bareng-bareng. Pas lagi ketiduran, ada buibuk Pakistan (I think?) yang berbaik hati ngebangunin dengan halus biarpun bahasanya gw nggak ngerti sama sekali. Salah satu nikmat yang nggak akan gw lupain seumur hidup adalah bisa beribadah langsung menghadap Ka’bah dengan jutaan jamaah dari seluruh dunia. Kalo soal desak-desakan selama ibadah atau berebut masuk ke dalam masjid itu hal yang biasa. Kalo kata Ibu gw, di tanah Suci banyak-banyak istighfar dan sabar aja. Karena kalo emang niat lo baik, nothing bad would come in your way or by God’s grace, you’ll through anything. Oh ya, jangan lupa minum air zamzam sepuasnya selama di Madinah dan Mekah, disediakan bergalon-galon di dalam Masjid Nabawi & Masjidil Haram — kalo gw tiap hari bawa botol kesana, udah kayak air isi ulang hehehe. Dan salah satu hal yang bikin hati meringis adalah segitu banyaknya orang-orang yang ibadah sampai desak-desakan di tanah Suci (bahkan ada yang sampe berantem di depan mata gw), kenapa kalo di tempat kita sendiri masjid hampir nggak ada isinya?

So, Holy Land, I’ll see you soon enough, I guess? A VERY BIG AMIN TO THAT! 🙂

2 thoughts on “Wishlist Checked: To Visit Holy Land”

Leave a Comment

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s